TV Langgar Kode Etik, Dilarang Siarkan Suara Terakhir Pilot

Berita saya salin dari detiknews.com

Kamis, 07/08/2008 15:07 WIB
Rekaman Percakapan AdamAir
TV Langgar Kode Etik, Dilarang Siarkan Suara Terakhir Pilot
Laurencius Simanjuntak – detikNews

Jakarta – Saat-saat terakhir suara rekaman percakapan pilot-kopilot AdamAir KI 574 yang disiarkan sejumlah stasiun televisi dinilai melangar kode etik jurnalistik. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers juga menilai gambar yang ditayangkan tidak mencantumkan ‘ilustrasi’. Kan palsu?

“KPI Pusat dan Dewan Pers menyayangkan bahwa dalam upaya media penyiaran melaksanakan kewajiban kontroversial mereka, sejumlah stasiun televisi secara sadar atau tidak telah melakukan pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik, pedoman, dan standar program penyiaran,” ujar Ketua KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja.

Sasa menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di Kantor KPI di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2008).

Pelanggaran itu, imbuh Sasa, terjadi terutama pada bagian rekaman suara (sound bite) yang menunjukkan saat-saat terakhir kematian pilot-kopilot dan penumpang pesawat AdamAir. Karena, hal itu bisa menimbulkan trauma dan luka yang dalam bagi kerabat awak pesawat naas tersebut.

“KPI Pusat dan Dewan Pers meminta secara tegas, agar seluruh stasiun TV tidak lagi menayangkan saat-saat terakhir kematian penumpang dan pilot-kopilot pesawat yang naas tersebut, dalam format yang telah disiarkan,” kata dia.

Pelanggaran juga terjadi karena saat menayangkan rekaman percakapan tersebut, stasiun televisi tidak mencantumkan kata ‘ilustrasi’ pada tayangan visualnya.

“Ilustrasi penggambaran maupun animasi kecelakaan, yang disiarkan berbagai media televisi, tidak mencantumkan keterangan secara lisan atau tertulis, bahwa visualisasi yang ditampilkan merupakan rekayasa atas kecelakaan pesawat, dan bukan merupakan gambar asli atau faktual kecelakaan,” kata dia.

Ketiadaan informasi seperti itu, lanjut dia, bisa menimbulkan kesalahpahaman kepada masyarakat. Masyarakat bisa mengira bahwa yang mereka lihat dan tonton, adalah kejadian sebenarnya.

Sementara Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara mengatakan, bagi media yang hanya menuliskan transkrip percakapan, tidak melanggar kode etik jurnalistik.

“Karena hanya teks, maka menurut kami, ia menjalankan fungsi menyampaikan informasi khalayak umum dan fungsi korntol. Itu sesuai denganĀ  kode etik jurnalistik,” ujar Sabam.(nwk/iy)

About these ads

1 Comment

Filed under Air Transport

One response to “TV Langgar Kode Etik, Dilarang Siarkan Suara Terakhir Pilot

  1. Faisol

    bg ana hal itu sbgi ke profesional seorang jurnalist.
    jng dislahkan untuk umum. bahkan public pun hrus tau ttg semua kjdian yang hrus benr2 dipublikasikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s