Tag Archives: kereta

Arus Balik di Stasiun Senen Memuncak

Minggu, 05/10/2008 16:38 WIB
Ari Saputra – detikNews

Jakarta – Arus balik Lebaran 2008 lewat Stasiun Pasar Senen mencapai titik puncak. Hingga sore hari, menurut data di posko arus mudik Pasar Senen, telah mencapai 15.000 penumpang. Angka itu akan membengkak mencapai 18.000 penumpang sampai malam ini.

“Sepertinya, ini puncak arus balik di Senen. Diperkirakan akan mencapai 18.000 penumpang untuk hari ini saja,” kata Sarwo, salah satu petugas posko arus mudik di Stasiun Senen, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2008).

Angka itu disumbang dari sejumlah perjalanan kereta api dari kantong-kantong arus balik. Antara lain dari Cirebon-Tegal, Purwokerto-Kutoarjo, hingga Yogya-Solo sampai Madiun. Banyak di antaranya yang berdesakan dan tidak kebagian tempat duduk sehingga rela untuk tidur di lantai gerbong.

“Namanya juga lebaran, ya kayak gini,” ucap Juariyah (27), salah satu pemudik dari Kroya, Jawa Tengah.

Menurut sejumlah penumpang balik, mengaku tidak mengikutsertakan sanak saudara untk mengadu nasib ke Jakarta. Alasannya, sulitnya lapangan pekerjaan.

“Ada keluarga yang ingin ikut saya, numpang lalu mencari pekerjaan. Tapi saya bilang nggak usah. Sulit nyari kerja di sini. Saya sarankan saja untuk jadi TKI saja,” imbuh Juariyah yang tamatan SMA. (Ari/nrl)

Sumber : detiknews.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Naik Lokomotif, Masinis Tarik Uang Penumpang

Minggu, 5 Oktober 2008 – 17:02 wib

BREBES - Beragam cara ditempuh warga yang ingin segera kembali ke Jakarta. Seperti dilakukan puluhan penumpang KA Tegalarum jurusan Tegal-Jakarta di Stasiun Brebes, hari ini.

Pantauan di lapangan, puluhan penumpang tersebut memaksakan diri berjejalan dipinggir badan lokomotif. Aksi penumpang ini tidak dilarang masinis. Sebab, mereka sudah membayar uang yang besarannya bervariasi antara Rp2.000-Rp3.000 per orang kepada masinis.

“Saya terpaksa naik ke loko yang penting bisa berangkat ke Jakarta sekaligus untuk pengalaman. Tadi, saya dimintai uang oleh masinis sebesar Rp2.000 untuk bisa naik di lokomotif,” kata Waryono, yang duduk di depan lokomotif, Minggu (5/10/2008).

Kepala Stasiun Brebes, Riswanto mengatakan, banyaknya penumpang yang berdiri di lokomotif pada dasarnya tidak diperbolehkan. Alasannya, selain membahayakan keselamatan diri, juga dapat mengganggu pandangan masinis.

“Tapi, karena di sini (Brebes) tidak ada petugas khusus, kami kesulitan mencegah mereka yang nekat naik lokomotif. Tapi, di Stasiun Cirebon mereka akan ditertibkan oleh petugas untuk turun dari lokomotif,” ujarnya. (Kastolani/Sindo/enp)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Kereta Serayu Mogok 2 Jam di Perlintasan KA Garut

Minggu, 5 Oktober 2008 – 16:24 wib

GARUT - Arus balik Lebaran pada H+3 hari ini diwarnai dengan mogoknya kereta Serayu jurusan Kroya-Jakarta. Kereta ini mengalami mogok selama dua jam sekitar 100 meter dari pintu perlintasan kereta api Kadungora, Garut, Jawa Barat.

Pantauan di lapangan, kereta api dengan nomor lokomotif CC 20170 yang membawa delapan gerbong ini mengalami mogok sekira pukul 14.00 WIB. Diduga, kereta mogok karena jumlah penumpang yang mencapai ribuan orang melebihi kapasitas kereta.

Terlihat, ribuan penumpang ini berjubel hingga ke atap gerbong kereta. Bahkan, penumpang sampai duduk di depan lokomotif, termasuk ruang masinis.

Akibat mogoknya kereta ini, ribuan penumpang terlantar selama dua jam di pinggir perlintasan kereta. Mereka harus menunggu lokomotif bantuan dari Bandung yang akan membawa kereta itu menuju Jakarta.

“Aku kira kereta berhenti di stasiun. Ternyata di tengah perlintasan. Sebelum mogok, kecepatan kereta lambat, lambat, dan akhirnya tiba-tiba berhenti,” kata salah seorang penumpang kereta Serayu, Minggu (5/10/2008).

Sekira dua menit yang lalu, satu lokomotif bantuan dari Bandung sudah datang ke lokasi. Sehingga, kereta Serayu dapat melanjutkan perjalanannya kembali.

Hingga berita ini diturunkan, petugas PT Kereta Api belum ada yang mau memberi keterangan. Termasuk akibat dari mogoknya kereta tersebut pada perlintasan kereta pada arus balik Lebaran kali ini. (Sigit Zulmunir/Trijaya/enp)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Menunggu Sejak Subuh, Ratusan Penumpang KA Tak Terangkut

Foto: Johan Sompotan/okezone.

Minggu, 5 Oktober 2008 – 16:02 wib

BREBES – Ratusan calon penumpang kereta api (KA) di Stasiun Brebes menuju ke berbagai daerah tujuan, tidak terangkut. Padahal, mereka sudah menunggu kedatangan KA sejak pukul 05.00 WIB.

Mereka pun akhirnya beramai-ramai mengembalikan tiket yang sudah telanjur dibeli, karena tidak bisa masuk ke KA kelas ekonomi itu.

“Saya sudah menunggu kereta sejak subuh tadi. Tapi, tidak kebagian tempat duduk,” kata Warsono, yang gagal naik KA Tegalarum itu di Brebes, Jawa Tengah, Minggu (5/9/2008).

Petugas loket di Stasiun Brebes pun menerima pengembalian tiket yang sudah dibeli ratusan calon penumpang itu.

Kepala Stasiun Brebes Riswanto mengatakan, penumpang yang tidak terangkut bisa mengembalikan tiket atau menunda keberangkatannya pada hari berikutnya. “Tiket bisa dikembalikan atau untuk keberangkatan besok,” katanya.

Menurut dia, jumlah penumpang yang tidak terangkut KA Tegalarum sebanyak 200 orang. Sedangkan yang diangkut ke Jakarta menggunakan KA tersebut sebanyak 700 orang. Banyaknya calon penumpang yang tidak terangkut itu lantaran jumlah penumpang membeludak hingga 50% dibandingkan pada H+2.

“Dari Stasiun Tegal saja KA Tegalarum sudah penuh. Sehingga, calon penumpang di Brebes tidak bisa semuanya terangkut,” ujarnya.(ful)(Kastolani/Sindo/uky)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Perlintasan KA, Jangan Ada Lagi Nyawa Melayang Sia-sia

Sabtu, 04 Oktober 2008 10:37

Di tengah kekhusyukan merayakan Idulfitri, lagi-lagi warga bangsa ini dikejutkan ironi-ironi berkepanjangan, selalu dan selalu terjadi, hingga terkesan keanehan yang begitu permanen. Paling tidak itu terjadi Kamis (2/9) kemarin, saat merebak kabar kecelakaan di lintasan kereta api tanpa palang, di Karangnongko, Ketandan, Klaten Utara. Tak tanggung-tanggung, 6 nyawa melayang secara cuma-cuma. Tragis memang. Tapi ya itulah kenyatannya. Kejadian demi kejadian yang memilukan, kenestapaan demi kenestapaan, semua terjadi silih berganti. Meski suasana masih begitu fitri di bulan Syawal yang suci ini, tapi rasa penasaran tak bisa begitu saja hilang.

Betapa tidak. Kereta yang melintas di kawasan itu bukan sejak kemarin sore, tapi sudah sejak bertahun bahkan puluhan tahun lalu. Artinya sejak itu pula lintasan di kawasan itu tak pernah dipikirkan, dalam hal ini oleh PT KA (Kereta Api). Lalu di tempat yang lain. Tengok saja berita di berbagai mass media, setidaknya dua pekan terakhir, berapa nyawa melayang akibat ‘bersendagurau’ dengan kerasnya bodi kereta api, di lintasan tanpa pintu!
Begitu remehkah soal nyawa manusia, hingga hal-hal yang menyangkut keselamatan jiwa manusia tidak serta merta terpikirkan, dalam kurun waktu yang begitu lama lagi.

Masih ingat betul, beberapa hari lalu, saat arus mudik mulai berjalan, sejumlah media mengutip statemen pejabat PT KA yang melansir keuntungannya yang cukup signifikan selama arus mudik hingga hari kesekian yang sebesar sekian miliar rupiah.
Itu memang membanggakan. Tapi kabar-kabar menyenangkan seperti  itu hendaknya diimbangi dengan keselamatan warga bangsa ini. Tidak saja pengguna kereta api (penumpang), tapi juga masyarakat yang dalam mobilitas kesehariannya tak pernah lepas dari lintasan kereta api.
Lelah dan frustasi rasanya memikirkan keanehan demi keanehan yang terus terjadi. Keanehan yang permanen. Mari kita sudahi masalah-masalah lucu seperti itu. Janganlah anak-anak bangsa ini terus menerus menjadi korban kekonyolan yang sebenarnya tak perlu.

Sebab itu, tidak bisa tidak, desakan Polres Klaten yang meminta PT KA segera memasang palang di perlintasan-perlintasan kereta api yang tanpa palang, harus segera dilakukan. Jangan ada korban-korban yang mati sia-sia. Tentu saja hal ini tidak hanya di Klaten saja, tapi juga di daerah lain di Indonesia.
Seperti dikemukakan Kasatlantas Klaten, AKP Juang Andi, kemarin, sudah saatnya PT KA memperhatikan perlintasan tanpa palang yang tersebar di lima titik di Klaten, seperti Mrisen (Juwiring), Delanggu, Jombor (Ceper), Geneng (Prambanan), dan Srowot (Jogonalan).
Di lima titik itu (Harian Jogja, 3/9), sejauh ini lintasan-lintasan itu sudah banyak memakan korban jiwa. PT KA harus secepatnya memasang palang di lima titik itu. Jangan sampai  kekonyolan menjadi sesuatu yang permanen.

Sumber : Harian Jogja

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Tren Baru: Mudik Setelah Lebaran

Minggu, 05/10/2008 14:00 WIB
Alfian Banjaransari – detikNews

Jakarta – Mudik di masa Lebaran memang butuh perjuangan ekstra. Karena itulah kini banyak pemudik yang memilih pulang kampung setelah Lebaran.

“Fenomena mudik tahun ini beda dengan tahun-tahun lalu,” ujar Kepala Humas PT KA Daops I Jakarta Ahmad Sujadi pada detikcom di kantornya di Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2008).

“Sekarang ini setelah Lebaran masih banyak yang berangkat mudik. H+1 saja ada peningkatan 17 persen,” ujarnya.

Saat ini KA menjadi angkutan favorit lagi setelah sempat kurang pamor akibat murahnya tiket pesawat terbang.

“Orang sudah mulai melirik KA lagi. Rata-rata di Gambir ada peningkatan 611 orang/hari sejak Februari. Mungkin karena AdamAir sudah nggak ada,” analisis Sujadi.

Dalam kondisi normal (bukan masa mudik) sejak Februari, per bulan ada 18.315 orang yang bepergian dengan KA. Sementara tahun lalu hanya 7.330. (nrl/nrl)

Sumber : detiknews.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport, Transport News

12.500 Orang Ramaikan Puncak Arus Balik di Gambir

Minggu, 5 Oktober 2008 – 13:59 wib, Sutarmi – Okezone

JAKARTA - Puncak arus mudik di Stasiun Gambir diperkirakan akan terjadi pada malam nanti. Diperkirakan total 12.500 orang tiba di Gambir hingga malam nanti.

“Jadi hari ini puncak arus balik di Gambir. Jumlah total mencapai 12.500 orang,” jelas Kahumas Daops I Ahmad Sujadi kepada wartawan di Stasiun Gambir, Minggu (5/10/2008).

Sujadi menjelaskan, jumlah arus balik hari ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 10.000 orang.

Dia melanjutkan, total kereta yang akan masuk Jabotabek jumlahnya mencapai 41 kereta. Kereta yang terdiri dari 34 KA regular dan 7 kereta tambahan ini akan tiba di Gambir, Jatinegara, Tanah Abang, dan Senen.

Dari 41 kereta ini, lanjut Sujadi, total penumpang yang akan masuk Jakarta mencapai 72.000 orang. (uky)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

KA Telat karena Sering Berhenti di Stasiun Kecil

Minggu, 5 Oktober 2008 – 14:19 wib, Sutarmi – Okezone

JAKARTA - Telatnya kedatangan kereta api di tempat tujuan seperti disebabkan seringnya kereta berhenti di stasiun-stasiun kecil di Jawa Tengah untuk mengangkut penumpang.

“Hitung saja, jika setiap KA berhenti 15 menit, kalau dikali 10 kereta itu butuh waktu berapa?” ujar Kahumas Daops I Ahmad Sujadi di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (5/10/2008).

Sujadi menjelaskan, kereta-kereta yang terlambat datang adalah Gumarang, Sembrani, Bima, Gajayana, dan Taksaka. “4 KA yang lain biasanya telat 30 menit, Gajayana paling lama dan baru tiba pukul 09.30 WIB tadi,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan, kereta Cirebon Ekspres dan Argo Gede yang bertujuan ke Cirebon dan Bandung ini juga mengalami keterlambatan sekitar 45 menit. Keduanya seharusnya tiba pukul 13.00 WIB, namun baru tiba pukul 14.50 WIB. (uky)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Puncak Arus Balik, 18.000 Orang Tiba di Senen

Foto: Fahmi Firdaus/okezone

Minggu, 5 Oktober 2008 – 13:46 wib, Fahmi Firdaus – Okezone

JAKARTA - Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi hari ini atau H+3 di Stasiun Senen. Sebanyak 18.000 orang diperkirakan akan tiba hingga malam nanti.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Stasiun Senen Taviv Pardjono di kantornya, Stasiun Senen, Minggu (5/10/2008).

Taviv mengungkapkan, hingga pukul 12.00 WIB siang ini sebanyak 12.100 penumpang sudah tiba di Stasiun Senen. Sisanya akan tiba hingga malam nanti.

Untuk mengangkut pemudik masuk Jakarta, Stasiun Senen juga menambah 8 kereta. Ke-8 kereta tersebut adalah: KA Jaya Baya, KA Kuta Jaya, KA Wasung Galih, KA Kerta Jaya, KA TAwang Mangu, KA Tirto Nadi, KA Fajar Utama Solo, dan KA Purwo Jaya II Lebaran.

Selain itu, keterlambatan kedatangan kereta masih terjadi di Stasiun Senen. Seperti KA Tegal Arum jurusan Tegal-Jakarta yang sedianya tiba pukul 11.42 WIB, namun baru hingga saat ini masih diperjalanan. (uky)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Banyak Oknum Berseragam Naik KA Tidak Bayar

Minggu, 5 Oktober 2008 – 13:33 wib, Sutarmi – Okezone

JAKARTA Daerah Operasi I Kereta Api mengaku kesulitan menindak oknum-oknum berseragam yang naik kereta dari ekonomi hingga eksekutif, namun tidak membayar.

“Kita kesulitan untuk mengatasainya. Kalau kita turunkan, mereka naik lagi itu sulit kita atasi,” kata Kahumas Daops I Ahmad Sujadi di Stasiun Gambir, Minggu (5/10/2008).

Sujadi mengeluhkan oknum berseragam tersebut yang hanya berdisiplin di lingkungannya, namun tidak disipilin di luar lingkungannya.

Dia menjelaskan, kebanyakan oknum berseragam ini tidak naik dari Stasiun Gambir, Senen, Jatinegara ataupun Tanah Abang. “Mereka naik ke Cirebon, setelah itu baru mereka naik kereta yang diinginkan,” katanya. (uky)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport