Tag Archives: kereta

Dephub Imbau Masyarakat Laporkan Calo Kursi KA

Senin, 6 Oktober 2008 – 09:07 wib, Maria Ulfa Eleven Safa – Okezone

JAKARTA – Masyarakat pengguna kereta api (KA) tujuan Jakarta yang dirugikan dengan adanya keberadaan calo-calo yang memperjualbelikan tempat duduk di gerbong KA kelas ekonomi, diimbau melaporkannya ke Kepala Stasiun atau petugas keamanan setempat.

Demikian diungkapkan Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan Bambang S Ervan, saat dikonfirmasi okezone perihal adanya calo-calo yang beraksi di atas gerbong kereta, dan memaksa penumpang untuk membayar tempat duduk.

“Kalau petugas yang berjaga di lapangan tidak mau menindak calo-calo tersebut, maka masyarakat langsung saja melaporkan ke kepala stasiun setempat,” ujar Bambang, Senin (6/10/2008).

Sebelumnya diberitakan, sejumlah calo-calo penjual tempat duduk beraksi di kereta kelas ekonomi di Stasiun Kota Bojonegoro tujuan Jakarta. Para calo memanfaatkan membludaknya para pemudik yang akan kembali ke Jakarta. Selain itu para calo juga diuntungkan dengan kebijakan tidak ada pencantuman nomor tempat duduk untuk kereta kelas ekonomi.

Diberitakan dalam satu gerbong terdapat tiga hingga lima orang calo. Mereka membandrol satu tempat duduk dengan harga bervariasi, mulai Rp10.000 hingga Rp20.000. (hri)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Calo Jual Tempat Duduk KA Kelas Ekonomi Rp20 Ribu

Minggu, 5 Oktober 2008 – 22:05 wib

BOJONEGORO - Membanjirnya jumlah penumpang arus balik di Stasiun kota Bojonegoro dimanfaatkan orang-orang tak bertanggungjawab. Penumpang kelas ekonomi yang hendak balik ke Jakarta, dipaksa membayar Rp10-20 ribu untuk bisa mendapatkan tempat duduk.

Pantauan di lapangan, arus balik memang mengalami peningkatan, apalagi yang jurusan Surabaya. Tapi, dari Bojonegoro ke Surabaya, warga yang hendak balik lebih banyak menggunakan sepeda motor. Sehingga, kepadatan terjadi akibat volume roda dua yang sangat banyak.

Sementara itu, arus balik menggunakan kereta api (KA), juga mengalami kenaikan. Para penumpang mengeluhkan adanya calo yang melakukan pungutan liar (pungli) di atas gerbong kereta.

Hal itu seperti diungkapkan Yusmani, warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Sumberrejo, Dia mengaku datang ke stasiun mengantarkan anaknya, Tika kembali ke Jakarta, Minggu (5/10/2008).

Diapun memesan tiket KA Tawangjaya dengan tujuan Bojonegoro-Jakarta seharga Rp50 ribu dan berangkat pukul 13.00 WIB. Lantaran untuk kelas ekonomi, tidak ada tempat duduk sesuai tiket. Sehingga, penumpang diminta mencari tempat sendiri. Saat kereta datang. dia membantu anaknya mencari tempat duduk. “Saya dan anak saya lalu mencari tempat duduk yang masih kosong,” terangnya.

Saat hendak menempati tempat duduk yang masih kosong, ia kaget karena dicegah oleh seorang pemuda. Pemuda itu mengatakan bisa, anaknya bisa duduk asalkan membayar Rp20 ribu. “Saya kaget, kenapa ada pungutan semacam ini. Apalagi besarnya mencapai Rp20 ribu,” keluhnya.

Keberadaan calo itu, ternyata tak hanya satu orang saja. Karena, selama menemani anaknya mencari tempat duduk, ia mendapati 5 calo liar yang beroperasi di tiap gerbong KA. Pungutan yang diminta cukup bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga mencapai Rp20 ribu untuk tiap penumpang. “Kami tidak membayar dan memilih duduk berdesakan dengan penumpang lain,” terangnya.

Keluhan sama diungkapkan Nisa (30), calon penumpang lainnya. Ia mengaku jika dirinya juga dipungut uang sebesar Rp10 ribu ketika bertemu dengan salah seorang calo liar itu. Tapi dia memilih tidak menerima tawaran calo tersebut. Perempuan asal Jember itu lebih memilih duduk di bawah kursi penumpang dengan beralaskan koran. “Ya, saya tolak saja,” tegasnya.

Tapi bukan berarti ulah calo itu ditolak semua penumpang. Beberapa penumpang tetap saja menerima tawaran calo itu. Biasanya, penumpang yang menerima membawa anak kecil atau bersama orang tua. Seperti yang dikatakan Erna, warga asal Kabupaten Tuban. Ia mengaku tepaksa membayar Rp10 ribu untuk tempat duduk yang ditempati sekarang. “Saya capek, jadi saya bayar saja Rp10 ribu,” terangnya.

Bahkan, ulah calo liar itu sempat dilaporkan ke petugas Polres Bojonegoro yang kebetulan melakukan pengamanan di Stasiun KA Bojonegoro. Kabag Bina Mitra Polres Bojonegoro, Kompol Kusein Hidayat yang saat itu tengah memimpin pemantauan arus balik langsung menerjunkan anggotanya. Tak lama, calo liar itu mengetahui aksi polisi dan langsung lari. Beruntung calo itu berhasil lolos dan melarikan diri.

“Tapi topi milik pemuda itu sempat kami pegang dan kami bawa. Kami sudah mengantongi identitas calo itu,” tuturnya.

Terkait adanya calo liar itu, Kepala Stasiun Bojonegoro, Joko Mardi G mengatakan jika calo liar itu baru terjadi sekali ini. Pihaknya sudah berusaha membantu menangkap calo-calo tersebut. “Kalau ketahuan, calo seperti itu pasti langsung kami tangkap,” tuturnya (Nanang Fahrudin/Sindo/uky)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

PT KA: Tidak Ada Keterlambatan yang Signifikan

Minggu, 05/10/2008 22:15 WIB
Ken Yunita – detikNews

Jakarta – Berbeda dengan jalur darat, arus balik dengan kereta api cenderung lebih lancar. Meski ada keterlambatan, namun tidak signifikan.

“Alhamdulillah tidak ada keterlambatan. Tadi sempat ada tapi hanya beberapa menit. Tapi relatif lancar,” kata Kepala Humas Daops I PT KA Ahmad Sujadi kepada detikcom, Minggu (5/10/2008).

Sujadi mengatakan, jumlah penumpang KA saat arus balik lebih besar dibandingkan pada saat mudik. Namun, PT KA telah menyiapkan KA Tambahan Lebaran.

“Semua bisa diangkut,” katanya.(ken/ken)

Sumber : detiknews.com

Beo’s comment : lho? yang bener yang mana? lihat berita ini.

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Puncak Arus Balik, KA Angkut 72 Ribu Orang

Minggu, 05/10/2008 21:52 WIB
Ken Yunita – detikNews

Jakarta – Arus balik usai libur Lebaran telah mencapai puncaknya, Minggu (5/10/2008). Hingga pukul 21.30 WIB, jumlah penumpang kereta api telah mencapai 72 ribu.

“Itu total di seluruh stasiun juga Bekasi,” kata Humas PT Kereta Api Daops I Ahmad Sujadi kepada detikcom.

Sujadi mengatakan, jumlah pemudik yang turun di Stasiun Gambir mencapai 12.500, sementara di Stasiun Senen 23 ribu, dan Jatinegara 18 ribu. “Kalau hari kemarin (Sabtu) jumlah totalnya 56 ribu,” katanya.

Sujadi juga mengatakan, ada sedikit keterlambatan namun tidak signifikan. “Paling cuma beberapa menit. Kalau keberangkatannya tepat waktu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Stasiun Jatinegara Achmad Fauzi mengatakan, puncak pemudik diperkirakan akan terjadi pukul 22.00 WIB. “Biasanya banyak penumpang yang turun di Jatinegara daripada di Gambir,” ujarnya.(ken/ken)

Sumber : detiknews.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Pukul 22.00 WIB, Puncak Arus Mudik di Jatinegara

Minggu, 5 Oktober 2008 – 20:07 wib, Maria Ulfa Eleven Safa – Okezone

JAKARTA - Puncak arus balik di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur  diperkirakan akan terjadi pada pukul 22.00 WIB malam ini.

Demikian dikatakan kepala stasiun jatinegara Ahmad Fauzi kepada wartawan di Stasiun Jatinegara, Jakarta, Minggu, (5/10/2008).

“Diperkirakan jumlah pemudik dari arus balik lebaran mencapai 14 hingga 15 ribu orang dan kereta terakhir sekitar pukul 22.00,” ujarnya.

Pantauan okezone, stasiun Jatinegara saat ini dipadati penumpang yang baru saja kembali dari kampung halamannya dan penumpang yang akan mudik ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penumpang dari arus balik hingga pukul 18.30 WIB mencapai 13.264 penumpang yang datang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Hari ini ada sekitar 100 kereta dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mengangkut penumpang arus balik,” pungkasnya. (uky)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

90 Persen KA Arus Balik Alami Keterlambatan

Minggu, 5 Oktober 2008 – 18:51 wib, Sholla Taufiq – Okezone

JAKARTA – Mayoritas armada Kereta Api angkutan Lebaran yang membawa penumpang dari berbagai daerah ke Jakarta mengalami keterlambatan kedatangan mulai dari 30 menit hingga dua jam.

Keterlambatan ini disebabkan adanya pemeriksaan rutin peralatan perkeretaapian dan padatnya jalur KA.

“Itu biasanya ada pemeriksaan teknis atau nunggu kedatangan rangkaian KA,” ujar petugas pemimpin perjalanan KA, Yus Rusmana saat berbincang dengan okezone di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (5/10/2008).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayoritas kedatangan KA mengalami  keterlambatan antara 30 menit hingga 2 jam. Seperti KA Bima tujuan Surabaya – Stasiun Gambir. Seharusnya KA ini tiba di Stasiun Gambir pada pukul 06.20 WIB. Tapi baru masuk stasiun pada pukul 08.53 WIB.

Selanjutnya, KA Argo Anggrek yang semestinya datang pukul 06.31 WIB, ternyata baru tiba ditujuan sekira pukul 09.03 WIB. KA Argo Gede jurusan Bandung – Stasiun Gambir terlambat 40 menit. Begitu pula dengan KA Parahyangan yang semula dijadwalkan tiba di Stasiun Gambir pukul 15.56 WIB ternyata datang pukul 16.16 WIB. (ful)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Arus Balik di Stasiun Senen Memuncak

Minggu, 05/10/2008 16:38 WIB
Ari Saputra – detikNews

Jakarta – Arus balik Lebaran 2008 lewat Stasiun Pasar Senen mencapai titik puncak. Hingga sore hari, menurut data di posko arus mudik Pasar Senen, telah mencapai 15.000 penumpang. Angka itu akan membengkak mencapai 18.000 penumpang sampai malam ini.

“Sepertinya, ini puncak arus balik di Senen. Diperkirakan akan mencapai 18.000 penumpang untuk hari ini saja,” kata Sarwo, salah satu petugas posko arus mudik di Stasiun Senen, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2008).

Angka itu disumbang dari sejumlah perjalanan kereta api dari kantong-kantong arus balik. Antara lain dari Cirebon-Tegal, Purwokerto-Kutoarjo, hingga Yogya-Solo sampai Madiun. Banyak di antaranya yang berdesakan dan tidak kebagian tempat duduk sehingga rela untuk tidur di lantai gerbong.

“Namanya juga lebaran, ya kayak gini,” ucap Juariyah (27), salah satu pemudik dari Kroya, Jawa Tengah.

Menurut sejumlah penumpang balik, mengaku tidak mengikutsertakan sanak saudara untk mengadu nasib ke Jakarta. Alasannya, sulitnya lapangan pekerjaan.

“Ada keluarga yang ingin ikut saya, numpang lalu mencari pekerjaan. Tapi saya bilang nggak usah. Sulit nyari kerja di sini. Saya sarankan saja untuk jadi TKI saja,” imbuh Juariyah yang tamatan SMA. (Ari/nrl)

Sumber : detiknews.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport