Welcome to Rizki Beo’s blog….
This blog is dedicated to all peoples who want to share the transportation topics and knowledges, i.e news, technology, safety, engineering, planning, of :
ROAD TRANSPORTATION,
RAILWAY TRANSPORTATION,
AIR TRANSPORTATION,
WATER TRANSPORTATION.
For see the updated news and articles, click page ‘Home’.
For download files, click page ‘Download’.
For looking categories, choose your ‘Categories’.

19 Comments
October 13, 2008 at 9:51 pm
Mas Rizki,
met kenal, saya Rachmat alumni TS UII ‘84, anda angkatan berapa ya ? Artikel musiknya ditambah donk, aku juga seneng musik, anda main alat apa?
Beo : Salam kenal juga Mas Rachmat..wah, saya brarti adik kelas njenengan, saya angkatan 92..Iya, nanti artikel musiknya ditambah deh, sementara masih agak sibuk nih mas..Saya dulu pernah megang bas sama vocal. Sekarang seneng maen midi keyboard pake software Cakewalk..
August 8, 2009 at 11:11 am
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Mas Rahmat apa khabar, lama sudah tak jumpa masih ingat saya nggak atau Priyantoro (ucok) and Digdo harsono angkatan 84 FTS UII Yogya juga
November 7, 2008 at 7:14 am
mas riski salam kenal saya mahsiswa teknik sipil universita jember, saat ini saya sedang mengerjakan TA dan mengambil judul analisa karakteristik kecelakaan!!!ada g referensi yg dapat saya jadikan bahan skripsi saya khususnya mngenai penentuan blackspot/blacksite di jalan perkotaan??da sotfware berkaitan dgn analisa kecelakaan g mas?free g kira2,heheheh
Beo : penentuan blackspot/blacksite sudah ada formulasinya, biasanya ada di mata kuliah di teknik sipil yg ambil konsentrasi transport. Kapan2 saya share di blog ini. Hitungannya mudah, jadi tidak perlu software. Ada software MAAP, tapi setahu saya itu utk database, walaupun bisa juga utk analisis.. Software MAAP ada di UGM. Saya tidak tahu apakah di Jember ada.
November 8, 2008 at 7:58 pm
assalam pak rizky, saya mahasiswa bapak di Teknik sipil UII, saya ingin dapat penjelasan tentang 30 jam sibuk dalam AADT
Beo : wa’alaikum salam..AADT adalah annual average daily traffic, atau volume lalulintas rata2 tahunan atau biasa disebut LHRT (lalulintas harian rata-rata tahunan). Dari data AADT atau LHRT itulah kita bisa mengetahui jumlah volume lalulintas selama setahun, atau bisa dilihat volume jam puncak (VJP). Saya tidak tahu ada istilah baku “30 jam sibuk”, karena dari data tahunan itu memang bisa dibuat jam sibuk dalam berbagai kategori, misalnya per jam (1 jam), per hari (24 jam), pokoknya per satuan waktu.
November 9, 2008 at 8:30 am
ok dech mas, aq tgg referensinya, thx bgt
December 23, 2008 at 12:20 am
mas rizki boleh saya minta tolong ada g data referensi tentang studi keselamatan jalan raya perkotaan???punya artikel artikel tentang itu g mas?thx b4
Beo : materi keselamatan sangat banyak mas hendro..yang dimaksud secara spesifik yang gimana ya? kalo data, saya tidak punya terlalu banyak, karena memang sangat sulit mendapatkan data keselamatan secara akurat di Indonesia (misalnya data jumlah kecelakaan yang ‘katanya’ sangat bias). Kalo teori2 dan referensi sangat banyak, mulai dari teori2 titik black spot, analisis fatality dll, sampai teori2 perilaku pengemudi (bukankah 85 persen lebih kecelakaan di Indonesia disebabkan krn pengemudi?)
January 14, 2009 at 2:38 am
oh ya mas maaf yg saya cari adalah referensi analisis fatality dan teori analisis penentuan blackspot dengan mnggnkan teknik EPDO (saya kurang tau bgmn sbnrx tknik epdo itu),,ato seandainya ada teknik yg maksml dgnakan di indnesia lbh tepat mnggnkan teknik apa???oh ya mas maaf saya jg mmbthkan makalah tentang studi keselamatan jalan perkotaan,,mhon bntuannya!!!!thx b4
Beo : EPDO adalah Equivalent Property Damage Only Accident, atau metoda perhitungan angka kecelakaan berdasarkan tingkat kecelakaan yg memerhitungkan angka kecelakaan bobot ekivalensi terhadap property damage only (DO), atau kerusakan kendaraan. Jadi sederhananya, semua diekivalensikan ke kerusakan kendaraan, atau nilai kerusakan kendaraan/damage only (DO) adalah 1. Lalu berapa besaran nilai yg lain? Ada beberapa perbedaan angka ekuivalensi di beberapa negara. Kalo di literatur yg umum dipakai adalah kecelakaan fatal (meninggal dunia) = 12 x DO (damage only), kecelakaan berat (luka berat) = 6 x DO, dan kecelakaan ringan (luka ringan) = 3 x DO.
Metoda lain adalah :
1. ASS (Accident Summary Severity) yg mendasarkan pada severity (keparahan) yakni fatality, personal injury dan personal damage (dengan angka 12, 3, 1).
2. EAN (Equivalent Accident Number) yang dihitung berdasarkan keparahan korban dengan menyetarakan tingkat keparahan korban. Misalnya 1 meninggal dan 4 luka berat = 2 korban meninggal, dst.
Makalah keselamatan banyak sekali tersedia di internet, bisa didownload.
January 20, 2009 at 6:36 pm
kabarmu piye ? kapan2 klothekan maneh nganggo lemari karo pel2 an.
Beo : hahahaha…Anoman ireng..kabarku apik2…lha ayo klothekan nganti lemarine jebol…
January 31, 2009 at 12:20 am
mas jika kita menentukan lokasi blackspot daerah jalan luar kota khan pake patokan km,, tp kalo penentuan blackspot pada daerah kota yang banyk sekali tipe jalan, persimpangan,,kita menentukan titk blakspot mnggunakan patokan apa ya?
Beo : dalam ilmu geometri jalan, kita tahu bahwa ruas jalan itu selalu dalam ukuran-ukuran tertentu, milsanya KM 000+500, dst…sehingga patokan itulah yg digunakan, karena lebih detail..
February 3, 2009 at 1:49 pm
Pak saya kul di Brawijaya jurusan Sipil.
saya juga mengerjakan TA mengenai faktor penyebab kecelakaan, lebih tepatnya faktor manusia.
Saya baca tanggapan diatas mengenai analisis fatality dll, sampai teori2 perilaku pengemudi.
Apakah saya boleh tau referensi literature nya??atau buku2 yang berkaitan dengan itu.
Mohon dikirimkan ke alam email saya.
Terima kasih banyak.
February 7, 2009 at 6:05 pm
pak saya juga minta referensi jurnal keselamatan dan analisis kecelakaan yg bisa didownload,terima kasih smoga tmbh sukses blog ini
February 26, 2009 at 1:09 pm
pak rizki…kok blognya isinya kutipan2 berita aja? enggak ada hasil tulisan sendiri?? atau paling enggak, ada komentar ddlm artikelnya… kesannya spt baca koran..hehehee
Beo : hahahaha…..ini Putri ya? protes bayar put…berhubung udah kerja, jadi bayarnya lebih mahal lho daripada yang masih mahasiswa…Terima kasih kritikannya ya…Jawabannya sebenarnya sederhana sih, masalah waktu aja. Saya hampir tidak punya waktu lagi untuk menulis (lha wong untuk nulis modul kuliah saja tersendat-sendat). Menulis artikel di koran juga agak terbengkelai, karena tulisan saya di Kompas terakhir itu bulan Oktober 2008 lalu. Mengenai artikel yang pernah saya tulis di koran ada di kategori Transport Articles. So, saya sering hanya kliping dan link berita2 transport di sini. Tapi yang jelas, saya pasti akan sempatkan menjawab apabila ada yang bertanya, sehingga kalo dilihat tulisan2 saya malah berupa jawaban2 atas pertanyaan atau pernyataan yang dilontarkan teman2 di blog ini (lihat di halaman About Rizki). Kalo Putri di Jogja aja bisa saya suruh ngetik di blog ini, saya yang ngomong deh..hehehe..Gitu Put?
March 24, 2009 at 9:12 pm
mas salam kenal saya mahasiswa teknik sipil unhas.semester ini saya program TA tentang pemetaan lokasi blackspot pd jln arteri dlm suatu propinsi menggnkan software gis….yang saya mau tanyakn ada g buku atau bahan yang bisa sy jdikan acuan????
Beo : salam kenal kembali…analisis blackspot adalah analisis jenis kecelakaan berdasarkan titik-titik lokasi tertentu. Buku2 untuk analisis blackspot sudah banyak, saya yakin ada di perpustakaan Unhas.. Kalo tidak dapat dicari via google…
May 10, 2009 at 5:59 pm
makasih mas atas infox..
mas bisa minta judul buku tentang blackspot plus pengarangx??atau cra downloadx gmana???
soalnya saya sdh cri d perpustakaan kampus & gramedia tp blum dapat…
tolong dikirimkan k email saya
trima kasih
June 1, 2009 at 7:02 pm
bang aq mau tanya lagi nech, dalam materi penanganan daerah rawan laka terbitan kimpraswil menentukan blackspot menggunakan perbandingan LR:LB:MD:L sebesar 12:3:3:1, jika kita lihat faktor pengali untuk LB dan MD sama,apakah benar seperti itu,kalo benar berarti nilai LB dan MD g da bedanya dong?mhon petunjuknya
@hendro : sebentar mas hendro, apakah memang ada materi penanganan daerah rawan kecelakaan terbitan kimpraswil dengan metoda itu? setahu saya, untuk penentuan DRK dengan metoda EPDO menggunakan perbandingan 12:6:3:1, kalo dengan ASS atau dengan EAN dengan perbandingan 12:3:1.
June 13, 2009 at 10:15 am
iya ternyata bener bang riski dinas kimpraswil pake analisa DRK pake EAN tp ya itu angka pmbandingnya 12:3:3:1, 12md,3lb,3lr,1material…masalahnya angka pengali untuk LB dan LR sama, terus saya bngung knpa untuk LB dan LR angka pengalinya sama???bang q jg mo nanya lagi nech untuk angka pertmbhan kendaraan mang da rumus pastinya g???cos data LHR yg saya dapt loncat tidak data series 2006,2007 ada yg 2008 tdk ada…….bisa g dianalisa cos saya harus menganalisa data laka 2006,2007,2008
@hendro : angka pertumbuhan kendaraan dapat dicari dengan berbagai pertimbangan atau justifikasi statistik, misalnya dengan regresi linier atau dengan metoda statistik lain. Memang agak susah bila data kita lompat2, tapi bisa diakali dengan regresi untuk mengetahui trend-nya.
June 1, 2009 at 7:07 pm
bang maaf nech bisa g aq minta referensi tentang analisa keselamatan dan teknik penanganan kecelakaan pada ruas jalan perkotaan?mohon bantuan referensi tersebut ke email saya, atas bantuanya saya hanya bisa berterima kasih, GUSTI ALLAH YANG BALES,trima kasih
September 2, 2009 at 10:48 am
Assalamualaikum..
Salam kenal..mas
Aku anak UII’84 apa qta pernah 1 klas ya?
kontak2 dong ma teman. No hpku: 081288294361.
Ok,..mas aku tunggu
Makasih
#Gatot : wa’alaikumsalam mas Gatot, saya Sipil Angkatan 92 mas, jadi mas Gatot kakak kelas saya ya…hehehe….salam kenal ya…
October 7, 2009 at 3:41 pm
mas rizky,aq mau bikin TA.pengen nya mau evaluasi tentang kinerja pelayanan busway transjakarta.aq mau bandingin ma angkutan kota atau kendaraan ribadi…..
bagusnya yang mana ya???
wilayah studi tepat q ambil di kridor mana????..
#ursula : untuk evaluasi kinerja angkutan umum, bisa koridor berapa saja, tapi harus dilihat juga penelitian lain yang mungkin serupa, sehingga biar uptodate bisa dipilih koridor yg baru (sekarang sudah sampai koridor 8 kan?) Tapi bisa juga dipilih koridor yang secara visual (melalui survey pendahuluan) memiliki kinerja lemah (misalnya penumpangnya sepi, dll). Semoga cepat selesei yah….