Tentang Lampu Merah?

traffic_signal_control_system.jpg

Ada sebuah email masuk, dari seorang mahasiswa yang menanyakan eksistensi lampu merah (orang jogja atau jawa menyebutnya ‘bangjo’) atau istilah kerennya Traffic Signal. Di Indonesia, istilah bakunya disingkat APILL atau Alat Pemberi Isyarat Lampu Lalulintas (panjang yaa?).

Yang menarik, mahasiswa tadi menanyakan masalah sejarah APILL. Di mana dan kapan diberlakukan pertama kali di dunia? Menarik karena memang jarang orang menggali sesuatu berdasarkan sejarah. Kadang kita melupakan sejarah. Padahal bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Jas merah, kata Soekarno. Jangan melupakan sejarah.

Saya pernah menulis artikel tentang Rahasia Lampu Merah di Harian Bernas beberapa tahun lalu, tapi saya lupa menyimpan file-nya di mana, jadi belum bisa saya post sekarang. Besok kalo sudah ketemu, bisa saya post.

Yang jelas, dari kacamatan sejarah dunia, sebelum adanya APILL, pengatur arus lalu lintas di simpang adalah petugas polisi lalu lintas. Lampu lalu lintas pertama kali digunakan di Westminster Inggris tahun 1868 dengan menggunakan gas. Lalu di New York tahun 1918 dengan formasi merah-kuning-hijau yang dioperasikan manual. Lalu semi otomatis di tahun 1926 di Wolverhampton Inggris. Selanjutnya berkembang pesat menjadi otomatis dan sistem kamera serta ATCS (Area Traffic Control System).

Warna merah-kuning-hijau ini sudah menjadi standar internasional, meskipun dalam pengaturannya terdapat beberapa perbedaan. Misalnya kalau secara umum adalah hijau – kuning – merah, ada beberapa negara yang menerapkan dengan pola hijau – kuning – merah – kuning, yang dimaksudkan untuk mempersiapkan kendaraan bergerak.

5 Comments

Filed under Transport's FAQ

5 responses to “Tentang Lampu Merah?

  1. eddy

    saya mau tanya kriteria apa yang bisa dipakai untuk menentukan sistem pengaturan pada sebuah persimpangan (rambu-rabu lalu lintas, bundaran atau menggunakan lampu lalu lintas) faktor apa yang menentukan untuk memilih salah satu sistem pengaturan tersebut

  2. rizkibeo

    #eddy :
    Kriteria penentuan sistem pengaturan simpang dapat dilihat pada halaman2 awal MKJI 1997 (saya lupa halaman berapa). Di situ terdapat grafik yang dapat digunakan sebagai acuan kapan simpang akan diberlakukan sebagai apa.

    Secara garis besar, semakin besar geometri simpang, roundabout/bundaran tentunya lebih baik, karena berbentuk aliran yang tidak memutus arus, sehingga tidak membutuhkan delay waktu yg tinggi (namun perlu dicatat bahwa pengendara di Indonesia banyak yang tidak mengetahui aturan2 lalulintas dalam sistem bundaran).

    Simpang dengan geometri kecil lebih efektif bila dengan simpang tidak bersinyal atau simpang dengan prioritas. Tapi lagi-lagi pengendara di Indonesia juga sering tidak patuh (atau tidak tahu?) sistem simpang prioritas ini, sehingga banyak dari mereka yang malah mengusulkan supaya diberi lampu lalulintas (padahal waktu tempuhnya justru akan menjadi lebih lama kan?). Simpang tak bersinyal akan dapat dijadikan simpang bersinyal dengan aturan2 tertentu (termasuk volume lalulintas, banyaknya titik2 konflik arus, dll).

  3. eddy

    saya perlu buku ” Transportation Planning and Traffic Engineering (O’Flaherty, 1997)” apakah ada terjemahan dalam bahasa Indonesianya? kalau ada apa judulnya dan penerbitnya. terima kasih

  4. rizkibeo

    #eddy,
    Bukunya O’Flaherty itu sepertinya belum ada terjemahannya. Buku versi aslinya (bahasa Inggris) pasti ada di perpust Teknik Sipil di manapun, karena buku itu sangat terkenal. Tapi kok kayaknya lebih mudah memahami buku asli daripada terjemahan, karena banyak sekali istilah transportasi yang belum ada kosa kata dalam bahasa Indonesia. Contohnya ‘node’, bahasa Indonesianya apa ya? (sekalian latihan baca buku Bahasa Inggris deh)…Hehe..

  5. ricky

    apa sih andalalin tuh?
    #Ricky : andalalin adalah analisis dampak lalulintas, misalnya dalam perencanaan sebuah gedung mal harus dibuat analisis dampak pengoperasian mal tersebut terhadap lalulintas yg ada di sekitarnya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s