Bagaimana Membuat Lagu ? (2)

Kita lanjut ke pertanyaan-pertanyaan berikutnya.

Bagaimana membuat komposisi lagu, apakah harus mengetahui not balok?

Mengetahui not balok jelas lebih baik, tapi membuat sebuah lagu tidak harus mengenal not balok. Kenapa? Karena setiap manusia diberi anugerah oleh Tuhan berupa kemampuan membuat irama. Saya belum pernah menjumpai seseorang yg belum pernah bersenandung (atau setidaknya bernyanyi menirukan lagu orang lain). Iya ngga? Kalo iya, berarti memang setiap manusia memiliki kemampuan untuk menciptakan nada.

Jadi tidak harus mengenal not balok untuk mencipta lagu. Saya yakin 90 persen kelompok band di Indonesia tidak mengenal not balok secara baik.

Bagaimana menciptakan nada?

Titi nada ada 2 : diatonik dan pentatonik (begitu kayaknya yg dulu diajarkan guru kesenian saya waktu SD, dan sampai sekarang sepertinya belum berubah..hehe).

Titi nada diatonik adalah do-re-mi-fa-sol-la-si (atau c-d-e-f-g-a-b). Sedangkan pentatonik tidak ada re (d) dan la (a).

Nah, kalau kita melihat, bahwa musik itu ternyata sangat unik dan universal. Karena nada itu cuma ada 7, namun variasinya ..hm..sangat luas. Sekarang tinggal bagaimana kita mengolah titi nada tadi.

Leave a comment

Filed under My Music

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s