Modal Split Model

Modal split model atau sering pula disebut dengan moda choice model adalah salah satu tahapan dalam model klasik four step model.

Model ini merepresentasikan perilaku orang atau sekelompok orang dalam memilih jenis kendaraan (moda) yang dipergunakan dalam melakukan perjalanan. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa prinsipnya orang akan memilih moda kendaraan yang akan memberikan tingkat kepuasan (utility) terbesar.

Dalam bentuk kurva dua dimensi X-Y, prinsip ini dapat digambarkan berbentuk seperti kurva S, dengan titik potong kurva S di sumbu Y dengan nilai 0,5. Nilai paling atas adalah 1(Tij1/Tij) atau variabel yang menggambarkan trip dari i ke j dengan moda 1, sedangkan nilai bawah adalah 0, berupa variable cost atau (Cij2 – Cij1)… (waduh, bisa ngebayangin kurvanya engga ya?)…

Dalam modal split model, faktor-faktor yang memengaruhi pilihan jenis moda adalah :

  1. Berdasarkan karakteristik perjalanan : jarak perjalanan, waktu perjalanan, dan tujuan perjalanan.
  2. Berdasarkan karakteristik traveller : income, pemilikan kendaran, dan faktor-faktor sosial – ekonomi.
  3. Berdasarkan karakteristik sistem transportasi : relative travel time, relative travel cost, relative level of service.

Jenis-jenis model dalam modal split ini adalah :

  1. Deterministik, atau model yang bersifat pasti. Misalnya orang akan memilih moda yang paling murah.
  2. Stokastik (stochastic). Dalam model stokastik ini terdapat 2 (dua) pilihan, yakni agregat atau melihat perilaku sekelompok orang, dan disagregat/discrete choice atau lebih mencerminkan perilaku tiap individu dalam memilih moda.

Dalam buku Ortuzar dan Willumsen (1992) disebutkan bahwa karakter discrete choice model lebih stabil atau transferrable karena didasarkan pada teori perilaku individu, lebih efisien karena kebutuhan data lebih sedikit, variabilitas informasi tiap individu dapat digunakan, dapat menghindari bias, dapat digunakan untuk agregrasi, serta dapat digunakan menurut prinsip conditional probability. Emm….seiring waktu, modal split ini berkembang pesat, misalnya :

  1. Model Thurstonian, yang menghasilkan Probit Model atau MNP (multinomial probit).
  2. Model Lucean, yang menghasilkan Logit Model atau MNL (multinomial logit) yang terbagi menjadi Dogit (dogde logit) dan GEV (generalised extreme value). (Lihat bukunya Manski and McFadden, 1983).

Perbedaan probit dan dogit adalah bahwa pada probit, standar error-nya berdistribusi normal, sementara pada logit, standar error-nya berdistribusi Weibull atau logistic.

3. Model Iverskian yang menghasilkan EBA (eliminated by aspect). EBA ini sering saya sebut ABC theory, karena adanya asumsi misalnya ’saya tidak suka A, dan B mahal, maka saya pilih C’.

Untuk jelasnya, khusus untuk model logit dapat dipisahkan menjadi 2 macam yaitu :

  1. binary logit model yang merupakan model yang merepresentasikan pemilihan dua jenis moda (lihat, biner adalah dua angka, yakni 0 dan 1. Kalau tidak 0 maka 1 dan sebaliknya). Model ini lebih sederhana karena hanya ada dua pilihan moda.
  2. multinomial logit yang digunakan untuk pemilihan moda yang terdiri atas banyak moda. Model ini lebih mencerminkan kenyataan karena sekarang kita memiliki banyak pilihan moda untuk bertransportasi.

(Sumber rujukan : Buku karangan Ortuzar dan Willumsen dan bukunya Manski and McFadden).

5 Comments

Filed under Transport's FAQ

5 responses to “Modal Split Model

  1. mas rizki, saya mahasiswa tingkat akhir yang sedang mau mengerjakan tugas akhir, dengan jurusan perencanaan wilayah dan kota. topik Tugas Akhir saya yaitu mengenai pemilihan moda antara penggunaan transportasi (perjalanan fisik biasa) dengan penggunaan internet. Diasumsikan ketika pelayanan/utilitas dari transportasi turun, maka masyarakat menggunakan internet. Nah, dalam kasus demikian, teknik analisis apa yang dapat saya gunakan. Saya masih kurang paham dengan penghitungan dan pemodelan dalam modal split ini, sehingga dalam pencarian data saya juga masih bingung. Mohon pencerahannya juragan😀

  2. ASGAR

    Saya ingin bertanya:
    ada proposal penelitian yang saya ingin kerjakan dengan SPPS, dengan model:

    K = C.Xbus+Xpesawat+Xkapal.
    Menurut penelitinya, namanya model disagragat logit.
    bagaimana cara memasukkan dalam program SPSS. Saya tertarik untuk mengetahuinya.Terima kasih
    Beo : salam kembali..Utk membuat model disagregat logit saya tidak tahu persis apakah bisa menggunakan SPSS (karena SPSS memang agak terbatas utk penggunaan-penggunaan yg khusus, seperti model logit). Saran saya, coba gunakan software lain yang lebih sesuai, misalnya dengan TRIO (dulu di UGM ada yg versi 2.0. Sekarang sudah versi 4.0/beta version). Saya pernah punya yg versi 2.0, coba nanti saya aduk2 dulu kumpulan software saya ya, siapa tahu nemu..hehe..

  3. thie

    Pak, bagaimana adanya peningkatan pelayanan angkutan umum akan mempengaruhi kurva demand dan supply? dan bagaimana dengan perhitungan benefit-nya? terima kasih
    Beo : yg dimaksud kurva ‘supply-demand angkutan umum’ atau ‘supply-demand perjalanan’? kalo peningkatan pelayanan angkutan umum pasti akan memengaruhi kurva permintaan angkutan umum, tapi belum tentu memengaruhi kurva permintaan perjalanan, karena harus diuji terlebih dulu melalui serangkaian tes statistik. Hal ini juga dipengaruhi oleh pola perjalanan, manajemen lalulintas, dan lain2…Perhitungan benefit dapat dihitung berdasarkan nilai waktu perjalanan, nilai pengurangan polusi, pengurangan BBM hingga waktu tunda, semuanya bisa dihitung dalam rupiah.

  4. Dicky

    Mas, mau tanya referensi tentang Four Step Model dalam pemodelan transportasi. Dari Ortuzar tahun 1997. Nama buku, penerbit, lokasi penerbitan dmna?
    Maaf, untuk tugas akhir. Makasih sebelumnya…
    @dicky : buku Modelling Transport karangan Juan de Dios Ortuzar dan Luis G. Willumsen, terbitan John Wiley and Sons, sekarang sepertinya sudah edisi ketiga.

  5. dita

    Saya mau tanya, apa judul tugas akhir berikut ini benar?
    “Arahan Kebijakan Modal Split Kendaraan Pribadi ke Bus Kota”
    Terimakasih.
    @Dita : modal split adalah model untuk menggambarkan pola perpindahan dari satu moda ke moda lain. Tinjauannya memang bisa bermacam-macam, bisa dari sudut pandang teknis, hingga kebijakan (policy). Apakah tugas akhir ini akan dilihat dari sudut padang policy dari stakeholder? Kalo iya, berarti benar, namun mungkin lebih tepat “Analisis Kebijakan Modal Split Kendaraan Pribadi ke Bus Kota”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s