Oleh-oleh dari FSTPT X di Untar

FSTPT (Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi) adalah wadah pertukaran informasi, yang dapat mendorong peningkatan interaksi dan komunikasi antar sesama mahasiswa, staf pengajar dan peneliti di setiap universitas/institut yang terlibat dalam kegiatan pendidikan/pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang transportasi.

Merujuk ke history, FSTPT muncul dari ide HEDS JICA yang bekerja sama dan mengajak ITB, sehingga muncullah FSTPT pertama di Bandung pada 3 Desember 1998. Tiap tahun FSTPT rutin mengadakan simposium, dan pada tahun 2007 ini merupakan simposium yang ke X, dan diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Tarumanegara Jakarta pada 23 – 24 November 2007, dengan usungan topik “Menuju Terselenggaranya Angkutan Umum yang Berkelanjutan”.

Dalam acara simposium FSTPT X ini terjaring 95 makalah yang disiapkan oleh 25 perguruan tinggi di tanah air dan 2 perguruan tinggi luar negeri yang disajikan pada 3 sesi pada 6 ruang paralel.

Sekilas, secara visual pengamatan saya di 2 ruang paralel yang saya ikuti (tentu saja karena keterbatasan saya dan belum sempat mempelajari isi makalah yang terdapat dalam CD Prosiding), topik yang diusung oleh para peserta S1 dan S2 tidak banyak mengalami variasi dibandingkan penelitian-penelitian tahun sebelumnya.

Ruang pertama yang saya tuju adalah ruang R3 yang khusus membahas penelitian-penelitian tentang angkutan umum. Di situ saya tidak melihat adanya progresivitas ilmu public transport yang sebenarnya cukup dinamis. Topik yang diusung berkisar pada standar kinerja, evaluasi sistem operasi bla-bla-bla.. yang tentu saja hampir ‘serupa’ dengan penelitian-penelitian tahun-tahun sebelumnya (meski tentu saja dengan lokasi berbeda). Pendekatan dan metodologi yang ditawarkan masih berkutat pada kisaran standar kinerja (yang di Indonesia sendiri masih bercampur aduk dan belum konsisten), yang berujung pada problem solving teoritis. Namun perlu dimaklumi bahwa kajian ini memang kajian penelitian, bukan kajian praktis. Hambatan lainnya adalah masalah (lagi-lagi) ‘data’. Data adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam sebuah penelitian, namun Indonesia selalu ‘miskin’ data. Problem klasik..

Di sesi kedua saya mencoba masuk ke ruang lain yang membahas khusus permasalahan modelling transport. Di ruang ini saya melihat adanya sedikit perubahan atmosfir. Ada beberapa (tidak semua) kajian yang menarik bagi saya, salah satunya adalah perhitungan biaya perjalanan dengan model Fuzzy untuk pembebanan lalulintas. Hmm..seru juga..

Ruang lain tidak sempat saya kunjungi, karena keterbatasan waktu dan tentu saja saya tidak bisa ada di 2 tempat pada waktu yang sama..hehe..Jadi mungkin lain waktu bisa saya browse beberapa makalah di dalam prosiding.

Demikian sedikit oleh-oleh dari FSTPT X di Untar Jakarta.

Salam transportasi..

Transportation for better life..

4 Comments

Filed under Others

4 responses to “Oleh-oleh dari FSTPT X di Untar

  1. ..oleh-oleh donat j-co nya mannaa…??:p

  2. rizkibeo

    …donat J-Co ga ada, adanya J-Lo..Jennifer Loepiz…hehe

  3. Wuri

    Pak, saya bisa mendapatkan makalah simposium FSTPT dimana ya?Terimakasih
    Beo : makalah FSTPT ada dalam bentuk cd yang dibagi free pada saat simposium. Utk FSTPT yg baru saja (di UNDIP) kebetulan saya pas tidak bisa hadir, kalo yg sebelumnya (UNTAR) saya ada CDnya, kalo mau bisa dikopi..

  4. Wuri

    Untuk simposium yang tahun 2002 Bapak punya CD-nya tidak, kalau punya saya mau copy. Terimakasih
    Beo : yg 2002 itu yg dimana ya? saya lupa..di Bali? kayaknya saya lumayan lengkap..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s