Road Pricing

Menjawab pertanyaan Qolbi di Arsitektur UGM,

Road Pricing adalah skema pembebanan pembayaran dari pengguna jalan untuk menggunakan ruas jalan tertentu. Sebenarnya konsep awal road pricing adalah skema implementatif dari congestion price atau harga yang harus dibayar oleh masyarakat dalam rangka ‘menebus kesalahan’ berlalulintas. Efek multiplier dari lalulintas selalu berimbas pada 5 penyakit transportasi (meminjam istilah Dr. Ir. Waldijono, MS dari UGM) : kemacetan, kesemrawutan, polusi udara dan suara, kecelakaan, dan ekonomi biaya tinggi. Kelima efek tadi dapat diformulasikan dalam bentuk nilai kongesti (congestion price) atau dapat dihitung dalam satuan Rupiah/km. Harga inilah yang harus dibayar oleh masyarakat dalam bentuk skema Road Pricing.

Konsep road pricing adalah pembatasan eksistensi kendaraan pribadi di ruas-ruas jalan tertentu, dengan cara membayar sejumlah uang untuk melewati ruas jalan dimaksud. Apakah hanya kendaraan pribadi? Ya, karena sebenarnya konsep ini dimaksudkan untuk mendukung keberadaan transportasi publik, sehingga mekanisme congestion price tadi dapat dimasukkan dalam bentuk subsidi angkutan umum.

Skema road pricing dewasa ini sudah terintegrasi dengan skema ATCS atau Automatic Traffic Control System berbasis IT (camera, internet, GPS).

Road Pricing sudah lama dioperasikan di negara-negara maju seperti Inggris. Di London, hampir seluruh ruas jalan utama di CBD (Central Business District) menerapkan konsep ini. Sehingga kalo kita lihat, komposisi kendaraan di ruas-ruas jalan di London adalah 80 persen kendaraan umum, 20 persen kendaraan pribadi (bandingkan dengan di Jogja yang memiliki perbandingan terbalik!)

Pertanyaannya, apakah konsep ini dapat dijalankan di Jogja, misalnya di Jalan Malioboro?

Studi tentang road pricing di jalan Malioboro sebenarnya sudah pernah dibuat oleh UGM beberapa waktu lalu. Namun implementasinya memang membutuhkan waktu, karena selalu terkait dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. (Kita tentunya masih ingat rencana pembatasan sepeda motor 2 tak di Jalan Malioboro yang dulu pernah menuai protes?)

Saya mendengar kabar bahwa konsep awal road pricing ini akan diawali dengan pedestrianisasi di penggal jalan depan Benteng Vredeburg. Kawasan ini rencananya akan dibuat khusus hanya untuk pedestrian dan angkutan umum. Kapan? Kita tunggu saja actionnya.

Saya ada beberapa buku dan majalah luar negeri tentang konsep Road Pricing. Kalau membutuhkan silakan dipinjam dan difotokopi. Tapi saya kira di Perpustakaan UGM juga banyak buku2 referensi tentang Road Pricing.

Salam transportasi.

1 Comment

Filed under Transport's FAQ

One response to “Road Pricing

  1. terimakasih atas informasinya.
    membahas transportasi memang menarik.
    ada satu postingan saya tentang transportasi dijogja…

    http://qolbimuth.wordpress.com/2008/03/12/hidup-kita-dimakan-jalan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s