Fungsi “Timer” dalam Angkutan Umum?

Posting ini sekaligus menjawab pertanyaan Mas Wirza via email yang menanyakan sistem pengawasan penumpang angkutan umum.

Pernahkah Anda melihat seorang di pinggir jalan, membawa notes atau catatan kecil dan jam (bisa jam tangan atau ada yg bahkan menempel jam dinding di pagar) ? Mereka sibuk mencatat ketika sebuah bus melintas dan berhenti sejenak. Nah, jeda waktu bus berhenti sampai kemudian berangkat lagi itulah yang menjadi tugas orang tadi.

Mereka disebut “timer”.

Tugas “timer” sekarang ini banyak yang ‘hanya’ menjadi pengendali waktu atau headway angkutan umum. Mereka bertugas mengatur jadwal keberangkatan antar bus, sehingga tidak terjadi penumpukan bus (apalagi yang sejalur) pada waktu yang sama.

Lalu, apakah tugas “timer” hanya sekedar mengatur waktu?

Dulu, tugas “timer” sebenarnya bukan hanya mengatur waktu, namun juga mengawasi jumlah penumpang yang ada di dalam bus. “Timer” seperti ini sekarang masih berjalan di bus2 Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), yang memang ditugaskan oleh pihak operator untuk mengontrol jumlah penumpang (dalam segmen2 tertentu), sehingga dapat mengontrol pendapatan.

Dalam sistem angkutan umum yg dikelola langsung oleh operator, mekanisme pengawasan memang menjadi tanggung jawab operator, sehingga membutuhkan alat pengontrol yg tepat. Di Indonesia, mekanisme tiket yang langsung dipegang awak bus (baca : manual) memang menjadi kelemahan dari sisi kebocoran pendapatan. Di negara maju, sistem tiket sudah berupa elektronik (bisa diletakkan di dalam bus atau di luar) dan online, sehingga mekanisme pengawasan berjalan otomatis tanpa melibatkan unsur manusia lagi. Menerima pembayaran uang di atas bus merupakan pelanggaran.

Berbeda dengan sistem bus yg dikelola oleh Pemerintah dan dioperasikan Operator (misalnya Bus Trans-Jogja). Operator sudah tidak berhubungan langsung (dalam arti membayar) dengan penumpang, karena hubungan mereka sebatas service atau pelayanan. Kendali penumpang dan sistem operasi bus diambil alih oleh pemerintah, sehingga sistem Bus Trans-Jogja tidak mengenal “timer”. Sistem ini menggunakan headway yang terkontrol dan terjadwal rapi.

Demikian sedikit gambaran tentang mekanisme pengawasan angkutan umum.

Leave a comment

Filed under Public Transportation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s