Kecelakaan Kereta Api di Lampung

Posting ini merupakan berita yang saya salin dari detiknews.com dan okezone.com (urutan berita dapat dilihat berdasarkan waktu) :

Kecelakaan KA, Rekomendasi KNKT Sulit Dipakai

okezone.com Rabu, 20 Agustus 2008 – 15:33 wib

LAMPUNG – PT KAI Sub Divisi Regional  3.2 Lampung hari ini menerima dua rekomendasi dari Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT).

Dua rekomendasi itu adalah pelaksanaan UU Perkeretaapian No 23 tahun 2007 tentang pelaksanaan ruang milik jalan dengan bijaksana. Kedua, tentang diterapkannya elektrofikasi dalam pemberian sinyal kereta api

Dimintai tanggapannya mengenai hal itu  Kepala PT KA Lampung Mawardi menyatakan  pihaknya akan kesulitan mewujudkan rekomendasi KNKT terutama mengenai elektrifikasi sinyal.

“Agak sulit menggunakan sistem elektrik untuk sinyal kereta api, karena lebih banyak kendalanya,” kata Mawardi usai pemberian santunan kepada korban kecelakaan tabrakan kereta api Limex Sriwijaya dan KA Babaranjang di Lampung,  Rabu (20/8/2008) .

Mawardi mengungkap berapa kendala apabila elektrifikasi harus digunakan. Pertama  adalah kendala sosial, mulai dari ancaman pencurian dan yang kedua kendala alam.

“Coba bayangkan kalau elektrik kan pakai jaringan listrik sementara rel saja masih bisa hilang, apalagi listrik pasti banyak pencurian di masyarakat.

Mawardi menungkap selain itu elektrifikasi juga rawan disambar petir, Mawardi menyarankan keharusan elektrifikasi sinyal  memindahkan jalur keretanya terlebih dahulu.” Itu butuh investasi yang besar,” katanya.

Namun secara pribadi, Mawardi mengaku lebih suka apabila jalur kereta yang ada saat ini dipindahkan ke lokasi lain.

(Aji Aditya Junior/Trijaya/fit)

Kecelakaan KA, KNKT Keluarkan 2 Rekomendasi

okezone.com, Selasa, 19 Agustus 2008 – 15:45 wib

LAMPUNG – KNKT merekomendasikan dua hal, sebagai hasil kesimpulan sementara dari pencarian fakta atas kecelakaan kereta api Limex Sriwijaya dan KA Babaranjang di Jalan Bumi Manti I, Kampung Baru, Kedaton Bandar Lampung, Sabtu (16/8).

Hal ini diungkapkan ketua tim KNKT yang menyelidiki kasus ini, Koen Sabdono, di Poltabes Bandar Lampung, Selasa (19/8) siang.

“Kami merekomendasikan dua hal. Yang pertama, yaitu pelaksanaan UU perkeretaapian No 23 tahun 2007 tentang pelaksanaan ruang milik jalan dengan bijaksana. Yang sangat berpengaruh terhadap jarak pandang masinis. Kedua, tentang diterapkannya elektrofikasi dalam pemberian sinyal kereta api,” kata Koen, Selasa (19/8/2008).

Koen menambahkan, tabrakan maut dua kereta ini terjadi selain akibat dari kelalaian petugas rumah sinyal, juga oleh sempitnya jarak pandang masinis akibat padatnya bangunan di sekitar lokasi kejadian.

“Harusnya dalam jarak 2 x 6 meter, tidak ada bangunan,” kata Koen.

Selain itu, KNKT juga merekomendasikan tentang pentingnya penggunaan sistem elektrifikasi dalam pemberian sinyal kereta api.

“Selama ini, sinyal dikirim dengan cara manual, seharusnya dengan sistem elektrifikasi,” kata Koen.(fit) (Aji Aditya Junior/Trijaya/mbs)

Selasa, 19/08/2008 12:51 WIB
KA Tabrakan di Lampung, Kepala Stasiun Dinonaktifkan
Ari Saputra – detikNews

Jakarta – PT Kereta Api (KA) meminta maaf atas insiden tabrakan kereta api di Lampung. Selain itu, PT KA juga memberikan santunan kepada 7 korban meninggal dalam insiden tersebut. Kepala Stasiun Labuanratu juga dinonaktifkan.

“Dapat santunan dari Jasa Raharja Rp 25 juta dan Jasa Raharja Putra sebesar Rp 10 juta. Masing-masing korban dapat Rp 35 juta,” kata Kahumas PT KA, Adi Suryatmini dalam jumpa pers kesiapan mudik di Jakarta Railway Centre, Jl Juanda, Jakarta, Selasa ( 19/8/2008 ).

Rencananya, penyerahan bantuan dilakukan Rabu ( 20/8/2008 ) besok di kantor gubernur Lampung.

Sementara itu, terkait dengan kecelakaan maut tersebut, Kepala Stasiun Labuanratu, Sutrisno dinonaktifkan sementara. Keputusan itu diambil setelah melalui rapat internal PT KA dan disimpulkan Sutrisno bersalah. ” Sanksi ini terhitung 17 Agustus lalu,” imbuh Adi Suryatmini.

Kecelakaan maut itu terjadi 16 Agustus lalu antara KA Sriwijaya Kertapati dan KA Tanjungkarang. Dua kereta saling bertumbukan karena kelalaian kepala stasiun memberi sinyal. Akibatnya, 7 penumpang tewas, 8 orang dirawat di RS Abdul Muluk dan 1 orang di RS Advent.(Ari/asy)

Minggu, 17/08/2008 09:22 WIB
Tabrakan KA di Lampung
Dephub: Kemungkinan Besar Akibat Kelalaian Petugas

Rachmadin Ismail – detikNews

Jakarta – Kelalaian petugas. Demikian kesimpulan sementara Departemen Perhubungan terkait kecelakaan kereta api di Lampung.

“Kemungkinan kecelakaan kita fokuskan pada kelalaian manusia, karena sarana yang lain dalam keadaaan baik,” kata Dirjen Perkeretaapian Dephub Wendy Aritenang.

Hal itu disampaikan dia usai mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke-63 di halaman kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu ( 17/08/08 ).

Wendy mengatakan, ada empat petugas yang diperiksa polisi. Mereka adalah Pimpinan Perjalanan Kereta Api (PPKA), masinis, dan petugas rumah sinyal.

Wendy juga membantah kecelakaan itu merupakan indikasi ketidaksiapan Dephub dalam menghadapi arus mudik lebaran.

“Namun yang kita tidak bisa kita hilangkan adalah kelalaian manusia dan ketidakdisiplinan,” pungkasnya.(mad/ken)

Minggu, 17/08/2008 00:37 WIB
Dephub: 7 Orang Tewas Dalam Kecelakaan KA di Lampung
Nograhany Widhi K – detikNews

Jakarta – 7 Orang tewas dalam kecelakaan KA Limex Sriwijaya dengan KA Babaranjang di Lampung. Sementara 1 Korban yang dikabarkan kritis telah sadar. Kondisinya terus membaik.

Demikian Kepala Pusat Penerangan Publik Departemen Perhubungan Bambang S Ervan dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (17/8/2008).

“1 Orang yang dikabarkan kritis ternyata sudah sadar dan sehat
bisa bercerita. Rencananya dia akan keluar dari rumah sakit segera,” kata Bambang.

Sementara itu, dari 28 korban luka yang sebelumnya dirawat di RS Abdul Muluk sebagian telah diperbolehkan pulang. “Tinggal 15 orang yang msih dirawat,” katanya.

“Ada satu korban luka parah sudah membaik tapi kedua tangannya diamputasi,” lanjut Bambang.

Bambang mengatakan, lokasi kecelakaan yakni spoor II telah bersih. Kereta makan sudah dievakuasi ke depo Tanjung Karang.

Petugas sinyal dan masinis yang sebelumnya diperiksa polisi sudah diperkenankan pulang. Hanya petugas pengatur perjalanan kereta api, Sutrisno yang masih dimintai keterangan seputar kecelakaan.(ken/ken)

Minggu, 17/08/2008 00:20 WIB
Tabrakan KA di Lampung
Gerbong Makan Dievakuasi, Jalur Spoor II Bersih

Nograhany Widhi K – detikNews

Jakarta – Jalur spoor II, lokasi kecelakaan KA Limex Sriwijaya dengan KA Babaranjang telah bersih. Kereta makan atau gerbong sudah ditarik ke depo Tanjung Karang.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Penerangan Publik Departemen Perhubungan Bambang S Ervan dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (17/8/2008).

“Kereta makan atau gerbong makan sudah ditarik ke depo Tanjung Karang
jalur kereta pada spoor II tempat terjadinya tabrakan sudah bersih,” kata Bambang.

Sementara itu, petugas sinyal dan masinis yang sebelumnya diperiksa polisi sudah diperkenankan pulang. “Yang masih dimintai keterangan petugas pengatur perjalanan kereta api, Sutrisno,” kata Bambang.

(ken/ken)

Sabtu, 16/08/2008 17:14 WIB
Tabrakan KA di Lampung
Menhub: Tabrakan Terjadi di Jalur Lurus

Luhur Hertanto – detikNews

Jakarta – Penyebab tabrakan maut KA Limex Sriwijaya dan KA Babaranjang bukan disebabkan lintasan rel yang menikung. Karena saat tabrakan terjadi, kereta masih berada di jalur lurus yakni di areal stasiun Labuhan Ratu, Lampung.

“Ini kan di stasiun terjadinya. Emplasmen (jalur parkir kereta) stasiunnya panjang. Jadi saya lihat ini bukan karena manuver seperti di belokan, ini lurus jalurnya,” ujar Menhub Jusman Syafii Djamal di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (16/8/2008).

Laporan saksi mata menyebutkan tabrakan yang merenggut 9 korban jiwa itu terjadi akibat KA Limex Sriwijaya yang seharusnya masuk di jalur III justru nyelonong masuk ke jalur II. Padahal di jalur II itu tengah digunakan KA Babaranjang yang sedang parkir menunggu kedatangan kereta penumpang dari arah Prabumulih, yaitu KA Limex Sriwijaya.

Berdasarkan laporan itu, diduga kuat kecelakaan terjadi akibat kelalaian petugas PPK (Pemimpin Perjalanan Kereta Api) atau ganggungan teknis pada perangkat pemindah jalur rel. Hingga pukul 17.00 WIB Dirjen Perhubungan Darat Dephub Iskandar Abubakar dan Dirut PT KA Ronny Wahyudi sudah berada di lokasi kejadian untuk memimpin langsung investigasi.
(nik/nik)

Sabtu, 16/08/2008 16:43 WIB
Tabrakan KA di Lampung
2 Pegawai PT KA Jadi Korban Tewas

Luhur Hertanto – detikNews

Jakarta – Tabrakan antara KA Limex Sriwijaya dan KA Babaranjang menelan sembilan korban jiwa. Dua dari sembilan korban tewas itu adalah pegawai PT KA yang bertugas di KA Limex Sriwijaya.

“Satu masinis KA yang tidak bertugas, dan satunya petugas restoran,” ujar Menhub Jusman Syafii Djamal di Istana Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (16/8/2008).

Sedangkan untuk korban luka parah dan perlu mendapatkan perawatan intensif, untuk sementara ada dua orang. Luka ringan sekitar 40 orang dan seluruhnya sudah diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan.

Mengenai penyebab tabrakan, Jusman menyatakan belum bisa mengambil kesimpulan karena penyelidikan sedang berjalan. Tapi laporan kasat mata menyebutkan penyebab kecelakaan adalah KA Limex Sriwijaya salah masuk jalur, dan biasanya masalah ini adalah akibat kelalaian petugas PPK (Pemimpin Perjalanan Kereta Api).

“Tapi laporan itu bersifat sementara. Jadi saya belum bisa katakan human error,” tambah
mantan Dirut PT DI ini.
(lh/gah)

Sabtu, 16/08/2008 16:15 WIB
Dephub Selidiki Alat Pemindah Rel dan Operatornya
Luhur Hertanto – detikNews

Jakarta – Fokus penyelidikan penyebab kasus tabrakan KA di Lampung adalah pada kemungkinan human error dan masalah teknis operasional. Terkait itu saat ini tim dari Dephub RI dan PT KA tengah memintai keterangan petugas PPK (Pemimpin Perjalanan Kereta Api) dan kondisi
perangkat wessel di stasiun Labuhan Ratu, Lampung.

Demikian jawaban Menhub Jusman Syafii Djamal saat ditanya tentang perkembangan penyelidikan tabrakan KA Limex Sriwijaya dan KA Bababaranjang, Sabtu (16/8/2008), di Istana Negara, Jakarta Pusat.

“Dalam kasus seperti ini yang diselidiki adalah PPK-nya dan apakah ada gangguan teknis dari wessel-nya (perangkat pemindah jalur rel). Itu yang sedang kita cari,” kata dia.

Penyelidikan pada PPK dan perangkat wessel didasarkan pada laporan kasat mata dari lokasi kejadian. Bahwa tabrakan yang menewaskan 9 orang itu terjadi akibat KA Limex Sriwijaya
keliru masuk ke jalur rel yang sedang dipakai KA Babaranjang parkir.

“Kalau salah belok, itu pasti karena wessel atau PPK,” ujar Jusman.

Untuk memantau jalannya penyelidikan, saat ini Dirjen Perhubungan Darat Dephub RI dan Dirut PT KA sudah berada di lapangan. Sebelum ada laporan resmi dari mereka yang digabungkan dengan hasil pemeriksaan Polisi dan tim KNKT, menhub tidak akan buru-buru menyimpulkan apakah kecelakaan pagi tadi akibat masalah teknis atau human error.

“Dari pada saya menyalahkan orang,” sambungnya.

(lh/gah)

Sabtu, 16/08/2008 10:15 WIB
Korban Tabrakan KA Bertambah Hingga 8 Orang
Gagah Wijoseno – detikNews

Jakarta – Korban tabrakan KA Babaranjang dengan KA Sriwijaya di Bandar Lampung bertambah. Sampai dengan pukul 10.00 WIB, korban tewas menjadi 8 orang.

“Untuk sementara korban tewas 8 orang. Luka berat 2 orang, luka ringan 9 orang,” kata Juru Bicara PT KA wilayah Lampung, Zakaria, saat dihubungi detikcom, Sabtu ( 16/8/2008 ).

Menurut Zakaria semua korban sudah dievakuasi dari lokasi kejadian. Semua korban, menurut Zakaria, sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat di RSUD Abdul Muluk.

Mengenai penyebab kecelakaan, Zakaria masih menduga masalanya adalah pengereman. Dia
menolak kemungkinan penyebab kecelakaan karena salah jalur.

“Sementara dugaan masalah pengereman, jelasnya.(gah/ndr)

Sabtu, 16/08/2008 10:31 WIB
Kecelakaan KA di Lampung
40 Korban di RS Abdul Muluk Masih di UGD, 2 Dioperasi
Chazizah Gusnita – detikNews

Jakarta – Tabrakan KA Sriwijaya jurusan Palembang-Tanjung Karang dan Kereta Babaranjang jurusan Tanjung Enim memakan banyak korban. 40 Korban luka-luka yang dievakuasi ke RS Abdul Muluk, Bandar Lampung, Lampung masih dirawat di UGD. Sedangkan 2 korban lainnya sedang menjalani operasi.

“40 masih ditangani. Kita observasi di UGD. 3 Orang meninggal dan 2 sedang dioperasi,” ujar petugas operator RS Abdul Muluk, Ratna kepada detikcom, Sabtu ( 16/8/2008 ).

Ratna mengatakan, masih banyak korban lagi yang akan datang ke rumah sakit. Yang baru didata masih 40 korban. 2 dari 3 korban yang meninggal belum diketahui identitasnya. 1 Korban meninggal lainnya bernama Sukirman.

“Masih terus kita data. Kita juga masih sibuk tulis-tulis dulu korbannya. 1 Korban anonim, 1 lagi punya KTP tapi namanya nggak jelas,” katanya.(gus/gah)

Sabtu, 16/08/2008 11:03 WIB
Investigasi Kecelakaan KA, KNKT Kirim Tim ke Lampung
Chazizah Gusnita – detikNews

Jakarta – Penyebab sementara kecelakaan antara KA Limex Sriwijaya dengan KA Babaranjang di Bandar Lampung karena lambatnya pengereman. KNKT akan mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk investigasi penyebab kecelakaan sebenarnya.

“Pasti akan kita kirim tim. Siang ini akan berangkat. Sudah ada protab,” kata Jubir KNKT JA Barata kepada detikcom, Sabtu (16/8/2008).

Tim KNKT yang akan berangkat tersebut bernama Kunsabdono sebagai Investigator Incharge, dan anggotanya Kartomo, Wahyu Dianto, Mumuh, Muchtar, dan Lucky.

“Kalau kecelakaan KA itu luas areanya (Makanya dikirim agak banyak),” imbuhnya.

Barata mengatakan, KNKT akan melakukan investigasi dan penelitian penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. KNKT juga sudah melakukan kontak secara intens dengan pihak KA di Lampung.

“Ada perwakilan di sana menunggu tim intinya datang. Kami monitor terus korban-korbannya. Yang kita terima masih 7 orang tewas,” katanya.
(gus/irw)

Sabtu, 16/08/2008 11:12 WIB
300 Korban Tabrakan KA Sudah Dievakuasi
Gagah Wijoseno – detikNews

Jakarta – Tabrakan antara KA batubara Babaranjang dengan KA penumpang Limex Sriwijaya terjadi di Kedaton, Bandar Lampung. Menurut keterangan juru bicara PT KA Lampung, Zakaria, semua penumpang sudah dievakuasi ke RS.

“Jumlahnya ada 300 orang. Semua sudah dievakuasi,” terangnya saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/8/2008).

Zakaria mengatakan hingga pukul 10.00 WIB, korban tewas berjumlah 8 orang dan puluhan luka-luka. Korban tewas disebabkan mereka terjepit di dalam gerbong.

Musibah ini terjadi pada pukul 07.30 WIB. Penyebab kecelakaan masih belum diketahui secara jelas. Namun Zakaria menduga kereta lambat melakukan pengereman sehingga kereta bertabrakan.

“Sementara karena lambat pengereman,” pungkasnya.(gah/irw)

Sabtu, 16/08/2008 11:59 WIB
Tabrakan Dua KA, Masinis Kedua Kereta akan Diinterogasi
Chazizah Gusnita – detikNews

Jakarta – Masinis KA Limex Sriwijaya dan KA Babaranjang yang bertabrakan di Bandar Lampung masih selamat. Keduanya kini masih dirawat di RSUD Abdul Muluk, Bandar Lampung, Lampung.

“Keduanya mengalami luka ringan. Masih selamat. Masih baik-baik saja. Ada karyawan kereta api yang meninggal. Dia mantan masinis,” ujar Jubir PT KA Lampung, Zakaria, kepada detikcom, Sabtu (16/8/2008).

Zakaria mengatakan, pihak PT KA masih melakukan evakuasi para penumpang. Hingga pukul 11.00 WIB, ada 33 korban luka ringan, 37 luka berat dan 8 korban meninggal dunia.

“Nanti kalau sudah selesai evakuasi, kita akan panggil semuanya. Masinis dan juru mesin akan dimintai keterangan bagaimana. Sekarang belum berani mengatakan penyebabnya. Masih dugaan,” katanya.(gus/gah)

Sabtu, 16/08/2008 12:16 WIB
Lintasan Berbelok, Kedaton Lampung Jalur Maut Kecelakaan KA
Chazizah Gusnita – detikNews

Jakarta – Tabrakan KA Limex Sriwijaya dan KA Babaranjang terjadi di Kedaton, Lampung. Jalur ini memang terkenal berbahaya karena lintasannya yang agak berbelok.

Tahun 2007, kecelakaan yang lebih besar dari Sabtu ini pernah terjadi di Kedaton. Jarak kecelakaan KA Limex Sriwijaya dan KA Babaranjang, 1 km dari kecelakaan yang lama di tahun 2007 lalu.

“Ini yang kedua kali. 2007 Pernah terjadi. Memang lintasan ini agak berbelok. Nggak lurus, jadi harus hati-hati,” kata Jubir PT KA Lampung, Zakaria, kepada detikcom, Sabtu (16/8/2008).

Apa tidak ada rambu-rambunya Pak kalau memang berbahaya?

“Pasti ada rambu-rambunya,” kata Zakaria.

Menurut Zakaria, KA Limex Sriwijaya seharusnya memasuki sepur (rel) III. Namun kereta yang bermuatan penumpang itu masuk ke sepur II yang juga dilintasi KA Babaranjang.

“Yang jadi masalah, KA penumpang itu seharusnya masuk sepur III. Tetapi dia masuk sepur II. Itu yang sedang dicari penyebabnya,” jelasnya.(gus/nik)

Sabtu, 16/08/2008 14:10 WIB
Korban Tabrakan KA Jadi 9 Orang, 2 Belum Teridentifikasi
Chazizah Gusnita – detikNews

Jakarta – Korban kecelakaan KA Limex Sriwijaya dan KA Babaranjang di Lampung sudah memakan korban 9 orang meninggal dunia. 7 Diantaranya sudah dapat teridentifikasi.

7 Korban meninggal dunia tersebut yakni Zulkarnaen (45), Wahab (30), Yakobus Buryatno (35), M Yusuf (belum diketahui), Sukirman (55), Budi Santoso (25), Usman (65).

“Dua orang lain masih dimonitor,” ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Lampung Nana Suyatna kepada detikcom, Sabtu (16/8/2008).

Nana mengatakan, korban luka berat sebanyak 26 orang , luka ringan 33 orang. 12 Orang luka berat dirawat di RSUD Abdul Muluk, 2 orang luka ringan dirawat di RS Advent.

“Kalau yang dirawat di RS Immanuel, semuanya sudah pulang,” katanya.(gus/gah)

Sabtu, 16/08/2008 14:29 WIB
Tabrakan KA di Lampung
Jaminan Biaya Rawat Korban Luka-luka Maksimal Rp 15 Juta

Chazizah Gusnita – detikNews

Jakarta – Korban kecelakaan KA Limex Sriwijaya dirawat di tiga rumah sakit di Bandar Lampung. Semua korban kecelakaan KA bermuatan penumpang itu seluruhnya ditanggung Jasa Raharja maksimal Rp 10 juta dan anak perusahaan Jasa Raharja Putra sebesar Rp 5 juta. Total tanggungan menjadi Rp 15 juta.

“Yang dirawat maksimal Rp 10 juta. Tergantung biaya rumah sakit. Kalau biayanya Rp 500.000, ya kita bayar segitu. Semua sudah kita jaminkan di rumah sakit. Semua beban Jasa Raharja,” kata Kepala Cabang Jasa Raharja Lampung Nana Suyatna kepada detikcom, Sabtu (16/8/2008).

Nana mengatakan, Jasa Raharja sudah berkomunikasi dengan pihak 3 rumah sakit yang menampung korban luka dari kecelakaan kereta tersebut. Pihak keluarga korban tidak perlu repot-repot mengurus dan datang ke rumah sakit. Jasa Raharja yang langsung mengurus semua beban biayanya.

“Sistem kita jemput bola. Keluarga ahli waris tidak perlu susah-susah datang ke rumah sakit. Semua sudah diurus Jasa Rahardja,” katanya.(gus/gah)

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s