Malam Tirakatan di Pemprov DIY

Gubernur DIY: Lewat Tirakatan Diharapkan Terbangun Kejernihan Akal dan Kepekaan Rasa Dalam Menangkap Hikmah Pesan Proklamasi

Gubernur DIY potong tumpeng pada malam tirakatan

KEPATIHAN – Malam tirakatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63 tahun 2008 Provinsi DIY berlangsung sederhana namun khidmad, di Bangsal Kepatihan Danurejan, Yogyakarta, Sabtu ( 16/8 ) malam.

Penyerahan piagam penghargaan dan piala kepada para juara lomba sekolah berwawasan lingkungan, karya tulis KB, PLKB, Kelurahan terbaik, Desa terbaik, berbagai kegiatan olahraga, maupun penyerahan bea siswa kepada siswa SD, SMP dan SMA, mewarnai malam tirakatan semalam. Hadir Muspida, sejumlah pimpinan dewan, serta para pejabat sipil dan militer di lingkungan Provinsi DIY.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Hamengku Buwono X juga menerima Piagam dan Piala dari Ketua Kontingen DIY sebagai juara umum tingkat nasional tahun 2008 dalam Jambore Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal. Malam tirakatan semalam ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono X yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua Panitia HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63 tahun 2008 Provinsi DIY DR. Dahlan Thaib, SH,MSi.

Dalam sambutannya Gubernur Hamengku Buwono X antara lain mengemukakan, lewat tirakatan diharapkan terbangun kejernihan akal dan kepekaan rasa dalam menangkap hikmah pesan Proklamasi. Sehingga mampu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan yang lebih erat, bagaikan pohon yang ditunjang oleh akar yang melebar dan sekaligus mendalam.

“Makin lebar akar sebuah pohon, semakin kuatlah ia menghadapi terpaan angina. Demikian pula semakin lebarnya kita berakar dalam memaknai Proklamasi, semakin luas pula kita memaknai arti kata “merdeka”. Dengan perenungan secara melebar, kita dapat mengerti makna pesan para founding fathers secara kontekstual saat ini dan perspektif ke depan yang lebih luas,” tandasnya.

Menurut Gubernur, malam tirakatan dalam rangka Peringatan Hari Proklamasi sama halnya sebuah perenungan spiritual dengan memusatkan kekuatan batin, agar dapat menunaikan cita-cita Proklamasi yang terpateri dalam Tri Sakti Jiwa dengan istiqamah, konsisten, konsekuen dan berkelanjutan. Dengan berpegang pada ketiga cita-cita Proklamasi itu, tambah Gubernur, dapat diyakini bahwa reformasi akan dapat terus berjalan. Dalam rangka mewujudkan perombakan sistem tersebut seharusnya setiap penyelenggara negara dan seluruh masyarakat ‘merdeka dari korupsi, yang dari kejadian akhir-akhir ini sangat memprihatinkan.

“Di malam tirakatan ini hendaklah kita bersyukur. Bahkan tidak cukup bersyukur, namun haruslah pula dengan perenungan. Karena inilah saat yang merefleksi keinsyafan kita untuk kemudian berbenah diri memperbaiki sikap dan tindakan kita ke depan,” pinta Gubernur.

(diunduh dari pemda-diy.go.id)

Leave a comment

Filed under My Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s