Halo! Bikers Diimbau Lagi Gunakan Lajur Kiri & Nyalakan Lampu

Taken from detiknews.com

Senin, 18/08/2008 06:25 WIB
Halo! Bikers Diimbau Lagi Gunakan Lajur Kiri & Nyalakan Lampu
Indra Subagja – detikNews

Jakarta – Lagi, imbauan datang dari pihak kepolisian. Bagi para pengendara motor yang melintas di wilayah Jakarta agar menggunakan lajur kiri dan menyalakan lampu di siang hari. Alasannya hal itu terbukti efektif mengurangi angka kecelakaan.

“Pengguna sepeda motor berjalan di lajur kiri dan kendaraan roda empat berjalan dilajur kanan, mengurangi potensi terjadinya kecelakaan,” tulis situs TMC Polda Mtero Jaya, Senin ( 18/8/2008 ).

Dengan pemberlakuan tersebut diharapkan, bikers bisa lebih teratur dan taat kepada peraturan mapun rambu-rambu lalu lintas yang berlaku.

Kemudian nyala lampu disiang hari di tujukan agar keberadaan sepeda motor terlihat oleh pengguna jalan lain. “Baik dari arah depan maupun dari arah belakang yang lebih mudah terlihat karena kilatan dari cahaya lampu,” tulis TMC.

Lampu Rotator & Sirine

Selain itu diimbau pula bagi para pengguna kendaraan agar tertib dalam penggunaan sirine. Sesuai UU Nomor 14 Tahun 1992 dan Pasal 72 PP Nomor 43 Tahun 1993, tentang Prasarana dan Lalu lIntas peringatan dengan bunyi yang berupa sirene hanya dapat di gunakan oleh kendara tertentu.

“Kendaraan tersebut yakni pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas termasuk kendaraan yang diperbantukan untuk keperluan pemadam kebakaran, ambulans yang sedang mengangkut orang sakit, kendaraan Jenazah yang sedang megangkut Jenazah, kendaraan petugas penegak hukum tertentu yang sedang melaksanakan tugas, dan kendaraan petugas pengawal kendaraan kepala Negara atau pemerintah asing yang menjadi tamu negara,” tulis TMC pula.

Juga sesuai Peraturan Pemerinta RI Nomor 44 tahun 1993 tentang kendaraan dan pengemudi, pasal 66 dijelaskan, lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang petugas penegak hukum tertentu, Dinas Pemadam Kebakaran, penangulangan bencana, Ambulans, Unit Palang Merah, dan mobil jenazah.

Sementara di pasal 67 disebutkan lampu isyarat berwarna kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor yang memiliki keperluan Untuk membangun, merawat, atau membersihkan fasilitas umum, untuk Menderek Kendaraan, Untuk Pengangkut bahan berbahaya dan beracun, peti kemas dan alat berat, yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan dijalan, serta milik instansi pemerintah yang dipergunakan rangka keamanan barang yang diangkut.(ndr/)

Leave a comment

Filed under Traffic Safety

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s