Jumlah Motor Masuk DKI Dibatasi

KOMPAS/RIZA THONI
Senin, 8 September 2008 | 13:48 WIB

JAKARTA, SENIN — Terhitung Januari 2009, sepeda motor kembali akan digiring menggunakan jalur khusus jalan paling kiri di ruas jalan. Padahal, program serupa pernah dikeluarkan Polda Metro Jaya, tetapi tidak efektif. DPRD DKI mendesak dilakukan kajian untuk membatasi pengoperasian sepeda motor.

“Jumlah pengendara sepeda motor saat ini sudah terlalu banyak. Jika mau mengurangi kemacetan arus lalu lintas, seharusnya jumlah kendaraan ini yang dikurangi dan dibatasi. Bukan malah menyediakan jalur khusus,” kata Ketua Komisi D DPRD DKI, yang membidangi pembangunan, Sayogo Hendrosubroto, Minggu (7/9). Dia menanggapi rencana Dinas Perhubungan DKI untuk merealisasikan jalur khusus motor pada Januari 2009.

Menurut Sayogo, menyediakan jalur khusus bagi sepeda motor, seperti yang selama ini diterapkan di sejumlah ruas jalan, tidak menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. “Jakarta tetap macet di mana-mana. Sebenarnya, Dinas Perhubungan perlu membenahi, mendorong, dan mempercepat program transportasi angkutan massal, antara lain bus transjakarta dan MRT,” kata Sayogo.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, membidangi perekonomian, Aliman Aat, menyatakan pesimistis dengan rencana penggiringan sepeda motor ke lajur paling kiri mampu menekan kemacetan. “Program ini dikeluarkan lagi karena ujung-ujungnya pasti terkait anggaran. Apalagi, rencananya akan dimulai 2009,” papar Aliman.

Aliman menilai, program tersebut membuktikan Dinas Perhubungan DKI kebakaran jenggot. Kebijakan itu melegitimasi bahwa mereka tidak mampu mengatasi populasi sepeda motor yang terus bertambah.

Dinas Perhubungan DKI mencatat, pengguna sepeda motor mencapai 5,5 juta atau meningkat sekitar 300 persen selama empat tahun terakhir. Sementara pemberlakuan jalur khusus sepeda motor di lajur kiri atau di jalur lambat telah diterapkan di Jalan Jenderal Sudirman.

“Kalau mau lancar, berlakukan pembatasan sepeda motor dan pembatasan usia kendaraan, baik angkutan umum maupun mobil pribadi,”kata Aliman.

Lajur khusus

Jumat pekan lalu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Tauchid mengatakan, jalur khusus sepeda motor akan dibangun di sejumlah pusat kota dan ruas jalan yang paralel dengan jalur khusus bus atau busway.

Jalur ini menggunakan ruas jalan yang sudah ada. Dinas Perhubungan DKI Jakarta hanya menambah marka jalan dan melengkapinya dengan rambu-rambu lalu lintas sebagai pemberitahuan jalur mana yang bisa atau dilarang dilewati sepeda motor.

Menurut Tauchid, kajian ini mencontoh keberhasilan penerapan jalur sepeda motor di Shanghai, China. Tauchid menjelaskan, pembangunan jalur ini untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas jalan raya akibat lonjakan jumlah pengguna sepeda motor yang masuk di Jakarta. Dengan adanya jalur khusus ini, pengendara akan lebih aman dan lalu lintas juga menjadi semakin lancar. (PIN)

Sumber : kompas.com

Leave a comment

Filed under Transport's Articles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s