Iskandar Abubakar, Pemantau Mudik yang Nggak Pernah Mudik

Disalin dari detiknews.com

Senin, 22/09/2008 12:26 WIB
Dirjen Hubdat, Pemantau Mudik yang Nggak Pernah Mudik
Nograhany Widhi K – detikNews


(Foto: Chazizah G/detikcom)

Jakarta – Mudik Lebaran menjadi gawe besar tahunan Departemen Perhubungan (Dephub). Melalui Posko Terpadu Angkutan Lebaran, kondisi arus mudik dari berbagai pelosok Indonesia, baik dari darat, laut dan udara dimonitor.

Posko itu dikomandani oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Dephub. Sejak tahun 2002, jabatan itu dipegang oleh Iskandar Abubakar.

Pria keturunan Aceh yang lahir di Medan 27 Juni 1953 itu selalu tampak mondar-mandir di Posko Terpadu 5 tahun terakhir, saat sebagian besar orang mudik dan bertemu sanak keluarganya di kampung.

Memantau monitor dari televisi layar lebar hasil rekaman CCTV di berbagai jalan, bandara, dan pelabuhan membuatnya harus selalu waspada. Apalagi saat puncak arus mudik.

“Posko kita selalu dalam posisi standby, kalau tidak ya turun ke lapangan, seperti terminal, pelabuhan,” ujar Iskandar ketika dihubungi detikcom, Senin (22/9/2008).

Tak pelak, karena diharuskan siaga, Iskandar bahkan tidak pulang ke rumah, dan menjadikan ruang kantornya sebagai rumah kedua.

“Saya bawa kunci sendiri. Bolak-balik ke kantor dan posko,” kata Iskandar yang masuk Dephub sejak 1977 dan diangkat sebagai pegawai tahun 1978 ini.

Pada hari H Lebaran, posisi arus lalu lintas malah sepi. “Kalau Lebaran malah sepi. Kita bisa santai dengan keluarga. Kalau Lebaran ya cukup memonitor ke posko, karena arusnya lebih rendah dari hari biasa,” jelas dia.

Kalau begitu tidak pernah bisa mudik ya, Pak Is?

“Iyalah nggak bisa. Sejak dulu nggak pernah mudik. Mudik bukan kebiasaan orang Sumatera. Paling-paling sesudah lebaran ke daerah-daerah,” ungkap lulusan Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara (USU), tahun 1979 ini.

Untuk menjaga kebugarannya, Iskandar menyalurkan hobinya dengan berenang. “Yang murah meriah saja. Karena saya tidak bisa golf,” ujar pria ramah ini.

Selain itu, Iskandar juga punya hobi melukis. Bahkan lukisannya menghiasi salah satu rumah sakit di Sumatera Utara.

“Karena direktur rumah sakitnya ipar saya dan meminta kalau bisa lukisan saya dipasang di kamar-kamar. Itu ada 30 lukisan. Di ruang kerja saya juga ada 3, di ruang depan (kantor) ada 2,” kata suami dari Syafitri Dian ini.

Pria berputra 2 (yang satu meninggal karena kanker pada tahun 2002) ini mengatakan posko terpadu kali ini akan dibuka Dephub hari Rabu 24 September 2008 mendatang. Dia juga berpesan agar para pemudik mengatur waktu mudiknya, agar arus lalu lintas tidak begitu menumpuk.

Tak lupa, Iskandar juga berpesan agar pemudik, terutama yang membawa kendaraan pribadi memperhatikan kesehatan dan kondisi kendaraan, demi keselamatan transportasi.

“Sebenarnya yang terpenting kepuasan hasil kerja. Kalau lancar dan gangguan sedikit kita ikut senang,” ujar dia.(nwk/nrl)

Leave a comment

Filed under Transport's Articles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s