One Stop Monitoring di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu


Rabu, 24/09/2008 16:21 WIB
One Stop Monitoring di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu
Nograhany Widhi K – detikNews

Jakarta – Kalau ada toko serba ada alias one stop shopping, kali ini ada one stop monitoring di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2008. Posko ini buka sejak H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Ini untuk monitoring dan surveilance. Untuk mengambil keputusan kalau terjadi hal-hal di luar perkiraan, seperti lonjakan penumpang di luar perkiraan,” kata Menhub Jusman Syafii Djamal.

Hal itu disampaikan Jusman di sela-sela pembukaan posko di ruang Nanggala, Gedung Karya lantai 7 Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2008).

Pelayanan posko ini, kata dia, memberikan informasi yang akurat dari semua moda.

Pantauan detikcom, ruang Nanggala yang berukuran 10×12 meter persegi ini disulap menjadi arena posko berbentuk huruf O. Semua jajaran di bawah Dephub, Ditjen Perhubungan Udara, Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perkeretaapian, dan Ditjen Perhubungan Laut membuka posko masing-masing.

Juga beberapa badan di bawah Dephub seperti Badan Meteorologi dan
Geofisika (BMG), Badan SAR Nasional (Basarnas), serta organisasi radio masyarakat seperti Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). BUMN jalan tol PT Jasa Marga dan BUMN asuransi PT Jasa Raharja tidak ketinggalan pula membuka stan.

Semua arus mudik baik lewat darat, laut, dan udara bisa dipantau lewat 10 monitor televisi layar datar 29 inchi, yang menampilkan pantauan CCTV baik di terminal bus, stasiun, bandara, maupun beberapa titik rawan arus mudik.

Tak cuma panntauan CCTV, pantauan arus mudik pun dilakukan dengan tracking  dari global positioning system (GPS). Di stan Perhubungan Darat misalnya, ada 1 layar yang memantau perjalanan 2o bus PO Nusantara dan 21 bus PO Prima Jasa.

“Kalau Prima Jasa dari Bandung sampai bandara. Kalau PO Nusantara rutenya pantura (pantau utara Jawa). Ada nopol-nya, koordinat, lintasan, kecepatan hingga nomor telepon sopirnya. Kalau jalan melewati batas kecepatan di tol atau terlalu lama berhenti kita bisa telepon,” ujar Penanggung Jawab Route Traffic Transport Management Center Hubdat Wahyudi.

Selain bus, transportasi Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) milik PT Indonesia Ferry pun dipasangi alat serupa. “Ada 48 kapal Roro (roll on roll off) dari 87 kapal milik Indonesia Ferry yang sudah dipasang,” kata  koordinator posko ASDP Anton Murdianto.

Yang jelas, kapal Roro di lintasan penyeberangan padat pemudik, seperti Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Ujung-Kamal, dan Padangbai-Lembar, sudah dipasang alat GPS.

Untuk kapal angkutan laut jarak jauh, di stan Perhubungan Laut tercatat 28 kapal milik PT Pelni dan 40 kapal perintis milik Dephub juga sudah dipasang alat serupa (GPS).

Nah, tak hanya memantau, posko ini juga menampung keluhan dan informasi pemudik dari seluruh Indonesia. Melalui crisis center, nomor yang dipakai untuk menyampaikan A-Z tentang mudik bisa disampaikan melalui nomor 0813-8006-8000. Atau hotline telepon melalui nomor 021-30079001/2/3/4/5.(nwk/aan)

Sumber : detiknews.com

Leave a comment

Filed under Transport's Articles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s