KA Bengawan Dilempari Batu, Asisten Masinis Luka Berat di Mata

Kamis, 25/09/2008 10:43 WIB
KA Bengawan Dilempari Batu, Asisten Masinis Luka Berat di Mata
Vina Martina Sianipar – detikNews

Jakarta – Sungguh naas nasib asisten masisnis Kereta Api (KA) Bengawan 153, Yaya Sutarya (32). Pria ini menjadi korban pelemparan batu terhadap KA jurusan Solo-Tanah Abang itu saat KA berada di Stasiun Kranji, Cakung. Mata kanan Yaya sampai luka berat.

Menurut Kepala Humas Daerah Operasi I Jabotabek PT KA Ahmad Sudjadi, pelemparan batu terhadap KA Bengawan terjadi pada pukul 05.26 WIB, Kamis (25/9/2008). Batu yang dilempar dari luar KA mengenai mata kanan Yaya.

Yaya yang terluka segera dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Klender Baru. Namun karena keterbatasan pelayanan RSI, maka Yaya dilarikan ke RSCM Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.

“Yaya kini sedang ditangani oleh tenaga medis di lantai 4 RSCM dan mungkin akan menjalani operasi mata,” kata Sujadi lewat pesan singkatnya kepada detikcom.

Sampai saat ini, pelaku pelemparan belum diketahui. Peristiwa pelemparan batu sering terjadi. Selain merusak badan KA, aksi ini seringkali melukai penumpang maupun petugas KA yang berada di dalam KA.(vna/iy)

Kamis, 25/09/2008 11:47 WIB
Mata Asisten Masinis KA Korban Pelemparan Batu Segera Dioperasi
Vina Martina Sianipar – detikNews

Jakarta – Asisten Masinis Kereta Api (KA) Bengawan 153, Yaya Sutarya (32), korban pelemparan batu akan dioperasi secepatnya. Operasi mata kanan ayah satu anak ini akan di lakukan di Rumah Sakit Cjipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta atau di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung.

“Jadi dioperasinya di RSCM. Kalau RSCM tidak bisa ya RS Mata Cicendo di Bandung. Tapi waktu jelasnya saya belum tahu,” ujar Kepala Humas Daops I Jabotabek PT KA, Ahmad Sudjadi Kamis (25/9/2009).

Pelemparan batu ini merupakan kejadian ketiga yang menimpa masinis KA sejak 1998. Ia sangat menyayangkan pelemparan yang dilakukan masyarakat di sekitar rel. “Dari pengalaman kami, pelaku biasanya anak-anak. Tapi siapa pun pelakunya dan apa pun alasannya, mau iseng, mau apa, kalau melempari KA yang sedang melintas sangat membahayakan,” kata Ahmad kepada detikcom.

Korban pertama, Zaenal Abidin, harus kehilangan matanya karena dilempari batu oleh anak sekolah saat KA yang dikemudikannya melintas di daerah Kebayoran Baru. Kini Zainal menjadi pelayan di Griya Karya, tempat peristirahatan masisnis. Ia tidak bisa bertugas menjadi masinis lagi karena cacat.

Hal serupa terulang pada 2005 pada masinis Cirebon Ekspres. Masinis itu terluka berat di kepala sehingga KA yang dikemudikannya harus berhenti di tengah jalan untuk menurunkan dan melarikannya ke RS terdekat.

“Tiga kali itu baru korban khusus masinis, belum lagi yang lain-lain seperti penumpang. Tindakan ini berbahaya,” tambahnya.

Menurut Ahmad, tindakan antisipasi pelemparan baru sulit dilakukan pihak KA. Ia hanya mengimbau adanya kerjasama yang baik dari masyarakat yang tinggal di sekitar rel untuk menjaga keselamatan perjalanan dan penumpang KA.

“Kan tidak mungkinlah keamanan ditaruh di kanan kiri rel. Kita imbau RT, RW, dan masyarakat yang tinggal di kanan kiri rel, apalagi yang tinggal di tanah milik KA jangan sampai melempari batu saat kereta melintas. Kalau melihat anaknya atau cucunya melempari batu jangan didiemin,” imbau Ahmad. (vna/iy)

Sumber : detiknews.com

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s