Menhub : Motor Harus Dikendalikan

Jumat, 26 September 2008

JAKARTA: Banyaknya kecelakaan sepeda motor di jalan raya membuat Menteri Perhubungan (menhub) resah sehingga meminta pertumbuhan sepeda motor dikendalikan. “Pertumbuhan sepeda motor dalam jangka menengah panjang harus dikendalikan. Namun, caranya bukan dengan mengurangi produksinya tetapi aturannya diperketat,” kata Menhub Jusman Syafii Djamal kepada pers usai melepas Mudik Gratis 3200 Pemilik Sepeda Motor oleh PT Jasa Rahardja di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, sejumlah kalangan mendesak pertumbuhan sepeda motor di Indonesia harus dikendalikan karena kontribusinya terhadap kecelakaan cukup besar.

Data Mabes Polri menyebutkan, dari 30.000 korban meninggal akibat kecelakaan di jalan, sekitar 62% melibatkan sepeda motor.

Akibatnya, kata Kahumas PT Jasa Rahardja, Nasir Hakam, dari realisasi total santunan hingga Juli 2008 sebesar Rp400 miliar lebih, hampir 70% di antaranya untuk korban kecelakaan sepeda motor.

Menhub Jusman melanjutkan, selain itu, perlu dibuat suatu proses agar sepeda motor tua yang ada di Indonesia dapat tergantikan dengan muda melalui serangkaian regulasi. “Kami memang komit terus menurunkan angka kecelakaan 30.000 korban meninggal per tahun itu,” katanya.

Jusman juga menggarisbawahi, mestinya masyarakat memahami bahwa sepeda motor didesain bukan untuk jarak jauh. “Penggunanya juga mesti punya ketrampilan cukup dan berdisiplin lalu lintas seperti tertib menggunakan helm kemana pun dan dalam radius berapa pun,” katanya.

Selain itu, kepada pihak terkait, tambahnya, perlu dibuat jalur-jalur khusus untuk sepeda motor.

Menanggapi hal itu, Dirut PT Jasa Rahardja, Didin S Anwar menyatakan persetujuan dan dukungannya jika sepeda motor pertumbuhannya dikendalikan. “Memang benar, dalam lima tahu terakhir, rata-rata realisasi santunan Rp500 miliar, hampir 70% melibatkan korban kecelakaan sepeda motor,” katanya.

Hal itu, perlu dipahami pihak terkait, kata Didin, bahwa sepeda motor layak dibatasi pertumbuhannya. “Sosialisasi dan edukasi dari pihak terkait soal ini masih perlu,” kata Didin.

Didin juga sepakat bahwa, sepeda motor hanya layak untuk jarak dekat dan untuk jarak jauh, harus menggunakan moda transportasi publik lainnya. Pemudik sepeda motor tahun ini diperkirakan mencapai 2,5 juta sepeda motor atau naik 18% dari tahun lalu sebesar 2,1 juta sepeda motor.

Pasar sepeda motor nasional
——————————————
Tahun            Unit
——————————————
2003            2.823.702
2004            3.900.518
2005            5.089.425
2006            4.470.722
2007            4.713. 895
2008            6.200.000*
——————————————-
*Perkiraan
Sumber: Asosiasi Industri SepedaMotor Indonesia

Sumber : Harian Jogja

Beo’s comment: Betul pak, jumlah sepeda motor secepatnya harus terkendali, dan bentuk regulasinya bukan dari daerah, karena atas alasan otonomi daerah, seluruh daerah sekarang ini berlomba-lomba menggenjot Pajak melalui PKB/Pajak Kendaraan Bermotor, khususnya sepeda motor. So, regulasi harus berskala nasional. Dan tentu saja berkoordinasi dengan Departemen terkait, seperti Perdagangan dan Perindustrian…Tapi ada catatan penting : ini harus dibarengi dengan reformasi angkutan umum berbasis pelayanan!

Leave a comment

Filed under Traffic Safety, Transport's Articles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s