Pendapatan Trans Jogja Turun

Kamis, 25 September 2008 11:48

JOGJA: Selama bulan Puasa, pendapatan bus Trans-Jogja mengalami penurunan karena masyarakat membatasi aktivitasnya sehar-hari. Pada bulan Agustus, rata-rata penumpang Trans-Jogja mencapai 13.881 orang per hari. “Sampai tanggal 15 September kemarin, rata-rata penumpang turun menjadi 12.248 orang setiap harinya,” ujar Sigit Haryanto, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY.

Ia memperkirakan penurunan penumpang pada bulan puasa tersebut dipengaruhi oleh pembatasan mereka dalam beraktivitas ketika tengah berpuasa. Akibatnya, penggunaan sarana transportasi Trans-Jogja menjadi turun.
Berdasarkan data Dishub DIY, pendapatan dari penjualan tiket Trans-Jogja sebesar Rp41,6 juta per hari. Namun akibat penurunan jumlah penumpang di bulan puasa, hingga tanggal 15 September, pendapatan dari penjualan tiket Trans-Jogja juga turun menjadi Rp36,7 juta per hari.
Pendapatan komulatif dari penjualan tiket sejak beroperasionalnya Trans-Jogja pada bulan Februari lalu hingga 15 September mencapai Rp7 miliar. Sedangkan total penumpang pada periode yang sama adalah sebanyak 2.420.030 orang.

Operasional diubah

Sigit mengatakan, menjelang Lebaran, jam operasional Trans-Jogja pada 28 – 30 September dan 2 – 4 Oktober 2008 diubah menjadi pukul 05.30 – 22.00 WIB. Perubahan tersebut dimaksudkan untuk mengganti jam operasional pada tanggal 1 Oktober, di mana jam operasional mulai pukul 09.00 – 22.00 WIB.

Perubahan jam operasional pada hari Lebaran tersebut, katanya, bertujuan untuk memberikan toleransi bagi karyawan Trans-Jogja agar dapat melakukan ibadah di hari Lebaran.

“Pada tanggal 1 Oktober, jam operasional digeser menjadi mulai pukul 09.00 untuk memberikan kesempatan karyawan untuk shalat Ied dan bersilahturahmi dengan keluarga. Setelah itu mereka bekerja kembali,” jelasnya saat ditemui Harian Jogja, Selasa.

Ia menilai, perubahan jam operasional itu akan menjadi cukup efektif karena pemberlakuannya sesuai dengan intensitas kebutuhan transportasi masyarakat. Ia memprediksikan akan terjadi lonjakan penumpang H-7 dan H+7.

“Pada H-7, biasanya masyarakat akan memerlukan sarana transportasi untuk berbelanja Lebaran, sedangkan pada H+7, masyarakat akan melakukan kegiatan rekreasi,” jelasnya.

Oleh Nadia Maharani

Sumber : Harian Jogja

Leave a comment

Filed under Public Transportation, Trans Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s