Puluhan Ribu Kendaraan Mulai Masuki Jateng

Jum’at, 26 September 2008 – 14:26 wib

BREBES – Lonjakan pemudik dari arah Jawa Barat menuju Jawa Tengah melalui jalur Pantura mulai terasa. Memasuki H-5 Lebaran petugas pantau di pos pengamanan (Pos Pam) Cisanggarung, Losari, Brebes, sebanyak 14.087 unit kendaraan memasuki Jawa Tengah dari pukul 06.00-10.00 WIB.

Kepala Pos Pengamanan Cisanggarung, Ipda Adi Prabowo mengatakan, arus kendaraan terus meningkat rata-rata mencapai 10.000 unit lebih per hari. Pada H-8, jumlah kendaraan yang melintas tercatat sebanyak 20.000 unit. Jumlah ini meningkat menjadi 30.000 unit memasuki H-7. Sedangkan pada H-6 tercatat ada 40.000 unit kendaraan.

“Diperkirakan pada H-5 ini kendaraan yang masuk mencaai 50.000 unit lebih,” ujar Adi kepada wartawan, Jumat (26/9/2008).

Dia menjelaskan, hingga H-5, arus kendaraan masih didominasi sepeda motor dan kendaraan berat. Hal ini terkait larangan operasional bagi kendaraan berat yang diberlakukan mulai H-4 atau Sabtu 27 September esok.

“Arus kendaraan mulai sibuk pukul 06.00-12.00 WIB. Sedangkan pada sore hari mulai menurun dan kembali ramai pada malam hari yang didominasi mobil pribadi. Untuk puncak arus mudik, kami prediksi terjadi H-4,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan petugas, pemudik sepeda motor yang melintasi jalur Pantura mulai H-7 tercatat sebanyak 9.480 unit, mobil penumpang 9.108 unit, kendaraan berat 8.376 unit dan bus 3260 unit.

Sedangkan H-6, pengguna sepeda motor naik dua kali lipat menjadi 18.275 unit, mobil penumpang 11.784, kendaraan berat 5.522 unit, dan bus 4.623 unit. Sementara pada H-5, sejak pukul 06.00-10.00 WIB, tercatat 1.712 unit sepeda motor, mobil penumpang 6.289 unit, kendaraan berat 919 unit, dan bus 167 unit. (Kastolani/Sindo/teb)

Sumber : okezone.com

1 Comment

Filed under Transport's Articles

One response to “Puluhan Ribu Kendaraan Mulai Masuki Jateng

  1. fuadi lkirom

    Menanggapi permasalahan Fenomena pulang mudik yang terjadi setiap tahunnya yang cenderung meningkat ini, sebenarnya perlu mendapat tanggapan serius dari berbagai kalangan, terutama kementerian tenaga kerja. karena kejadian tahunan ini merupakan gambaran bahwa masih tersentralisasinya kegiatan perekonomian atau lapangan pekerjaan yang masih berkiblat pada kota besar terutama kota jakarta, surabaya dlsb. melihat event tahunan yang makin meningkat ini, justru memperlihatkan betapa daerah belum memaksimalkan sektor SDA(sumber daya alam) juga ketersediaannya SDM yang memadai . sebenarnya bila kita kelola dengan benar serta manajemen yang tepat. kita optimist bahwa permasalahan ini sedikit demi sedikit akan segera berkurang serta semakin membaiknya perekonomian kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s