Arus Balik, Jogja Mulai Kekurangan Bus

Minggu, 05 Oktober 2008 11:08

WONOSARI : Arus balik mulai mencapai puncaknya, Sabtu (4/10) kemarin, dan hampir pasti masih berlangsung Minggu (5/10). Ribuan orang sempat tertahan di sejumlah agen bus di Terminal Wonosari, Gunung Kidul. Sementara di Jogja, sedikitnya 15 penumpang telantar gara-gara asal naik bus saja. Kemudian, sejumlah perusahaan otobus (PO) kekurangan unit kendaraan karena tingginya arus penumpang yang mau berangkat meninggalkan Jogja…
Dari pantauan Harian Jogja di Wonosari, sejumlah agen bus dipenuhi ribuan calon penumpang. Suasana ini berlangsung beberapa jam karena bus terlambat datang. Keterlambatan bus tiba di Wonosari, menurut sejumlah informasi dari petugas agen bus, akibat  adanya beberapa titik kemacetan di Pantura. “Terutama di kawasan Indramayu,” kata seorang petugas agen bus.

Mahdi, salah satu penumpang tujuan Jakarta dengan bus Maju Lancar, mengaku sudah siap di terminal sejak pukul 12.00 WIB. “Tapi sampai pukul 14.00 WIB, bus tak kunjung datang juga,” keluh karyawan pabrik di Jakarta asal Tepus, Gunungkidul. Hal senada disampaikan Septia Purwanti, perawat RS Pertamina Pusat, yang bakal menuju Lebak Bulus, Jakarta. “Bus terlambat, saya kecewa, tapi bagaimana lagi,” tambahnya.
Angkutan penumpang  tujuan Jakarta, Merak, Depok, Bandung dan Tengerang dari terminal Wonosari berangsur-angsur normal selepas pukul 16.00 WIB.  Sejumlah bus tambahan siap mengangkut penumpang arus balik.

Sekretaris Bisma (Bis Malam) Hartoyo mengakui adanya keterlambatan bus sebagai akibat kondisi lapangan, terutama beberapa ruas jalan di Pantura dan daerah Indramayu. “Ini semua berpengaruh terhadap jadwal kedatangan bus,” katanya.
Menurut dia, angkutan Lebaran, terutama bus AKAP, selalu mengalami macet setiap tahun. “Biasa. Apalagi, seperti PO Santoso selalu wajib servis dan cek rutin, demi keselamatan penumpang,” kata Hartoyo.

Dari Terminal Wonosari, menurut dia, Sabtu (4/10) merupakan arus balik puncak pertama. Sebanyak 87 bus dari tujuh perusahaan dioperasikan. Mereka melayani penumpang tujuan Jakarta dan Bandung. Jadi, menurut Hartoyo, dalam dua hari ini sudah 127 bus layani penumpang arus balik. “Jumlah penumpang diangkut 4.000 orang. Pada Minggu (5/10), ledakan arus balik masih terjadi,” tambahnya.

Arus balik penumpang di Terminal Giwangan, Jogja, Sabtu (4/10) mencapai puncaknya. Beberapa bus jurusan Jogja-Jakarta, kekurangan unit armada untuk menampung ledakan penumpang. Kepala Terminal Giwangan, Imanuddin Aziz, mengatakan memasuki puncak arus balik yang terjadi pada H+3 kali ini, diperkirakan terdapat 40.000 penumpang akan berangkat. Meski demikian, katanya, jumlah itu menurun jika dibandingkan dengan tahun 2007 yang mencapai 40.515 penumpang yang berangkat.

“Untuk puncak arus balik memang sama dengan tahun lalu, yakni pada H+3. Secara jumlah turun 6,65% dari tahun lalu, sedangkan untuk arus mudik juga turun 2,9%,” katanya.   Berbeda sebelumnya, puncak arus balik justru terjadi siang hari. Pada H+2, kata Imanuddin, tercatat 1.209 bus AKAP datang, dari total 1.132 bus. “Kami  sudah memberangkatkan 25 bus cadangan ke beberapa kota besar, seperti Jakarta, Purwokerto, Bandung dan Malang.” Saat ini, menurut dia, terjadi kekosongan armada jurusan Jogja-Jakarta. Kini, katanya, pihaknya masih menunggu kemampuan PO untuk segera mengirimkan bus bantuan. Jika tidak terdapat kejelasan, katanya, maka 413 bus cadangan yang telah dipersiapkan akan dioptimalkan.

“Sinar Jaya  kekurangan armada, saat ini masih menunggu sebanyak 5 bus bantuan, kami sudah memberangkatkan dua bus bantuan ke Jakarta tadi siang, dari 413 bus cadangan yang ada,” ungkap dia.
Di antara persiapan arus balik, sedikitnya  15 penumpang dari Jatim dan Jabar telantar di Terminal Giwangan karena salah jurusan bus. “Kami akhirnya memulangkan atau memberangkatkan ke tempat tujuan. Kami titipkan bus sesuai dengan tujuan yang diinginkan,” kata Imanuddin.

Sementara di Bantul,  arus balik di jalur ring road selatan mulai ramai. Jalur ring road selatan  padat merayap. Meski belum menyebabkan kemacetan, tapi kendaraan berjalan merayap. “Hari ini [kemarin] kendaraan mulai ramai, meski tidak ada kejadian khusus, tapi tetap perlu kewaspadaan,” ujar Bambang SW, Kasat Lantas Polres Bantul.  Dia mengatakan, walau tidak ada kejadian khusus, diperlukan kehati-hatian khusus ketika melewatio jalur ring road. “Sering ada kendaraan yang melawan arus untuk mempercepat tujuan,” ungkap Bambang. Selain melawan arus, katanya, ada juga kendaraan  yang melintas arus secara ilegal. Di kawasan Tempel, sejumlah kendaraan arus balik terjebak macet sejak pagi hari kemarin. Umumnya kendaraan itu berpelat luar kota. “Karena Jembatan Krasak belum selesai diperbaiki, hingga terjadi penyempitan jalur. Tujuan Jawa Tengah, sekarang hanya berfungsi satu jalur saja,” kata Kanitlantas Polsek Tempel, Aiptu Mahmud.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya  menerapkan sistem buka tutup kendaraan. Disamping menyarankan kepada pemilik kendaraan agar melewati jalur alternatif yang telah dipersiapkan. Kepala Dinas Perhubungan Kulonprogo, Muhammad Rosyaduddin, mengatakan, mulai terjadi peningkatan arus kendaraan mulai tampak sejak Lebaran hari kedua.

Arus kendaraan pada H+2 mencapai 59.214 unit kendaraan yang melintas, meningkat dibanding hari sebelumnya. Puncak kepadatan terjadi H+1 yang mencapai 5.911 unit per jam, lebih banyak dari puncak arus mudik yakni 3.904 unit per jam.
‘’Sampai dengan siang ini kondisi lalu lintas ramai – lancar, namun tadi malam dilaporkan terjadi kemacetan dari jalan raya Toyan sampai dengan Dalangan sepanjang 2 kilometer sekitar pukul 22.00″ kata Rosyaduddin.

Jumlah arus kendaraan dari Jogja menuju ke Jawa Tengah hingga pukul 09.00 WIB tercatat 906 mobil pribadi, motor 1.697 buah. Sementara hingga pukul 10.00 WIB  tercatat 858 mobil pribadi dan 2.474 sepeda motor.
Sedangkan untuk arus masuk dari Jawa Tengah menuju Jogja pukul 09.00 WIB tercatat 902 mobil dan 1.487 sepeda motor. Sedangkan pukul 10.00 WIB, tercatat 925 mobil sementara untuk sepeda motor belum terterhitung jumlahnya.

ANGKA & FAKTA
Arus balik di DIY

4.000 Orang sudah berangkat dari Wonosari…
5.912 Kendaraan melintas di Wates pada H+2
87 Bus dari tujuh perusahaan dioperasikan dari Terminal Wonosari, untuk melayani penumpang tujuan Jakarta dan Bandung, sehingga dalam dua hari ini  127 bus sudah layani penumpang arus balik.
25 Bus cadangan sudah dioperasikan dari Terminal Giwangan untuk layani rute  Jakarta, Purwokerto, Bandung dan Malang.”
15 Penumpang dari Jawa Barat dan Jawa Timur terlantar di Terminal Giwangan. Manajemen terminal menitipkan kepada pengelola bus menuju daerah tujuan.

Oleh Endro Guntoro, Jumali
Dian Ade Permana dan Wulan Weningrestri
HARIAN JOGJA

Sumber : Harian Jogja

Leave a comment

Filed under Public Transportation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s