Pemudik Bikers Dialihkan Melalui Pantura Tengah

Minggu, 5 Oktober 2008 – 19:06 wib

CIREBON Memasuki H+3 lebaran arus kendaraan yang melintas di jalur Pantura Cirebon mulai melonjak. Untuk mengantisipasi kemacetan jajaran kepolisian Cirebon mengalihkan para pemudik yang menggunakan sepeda motor ke jalur Alternatif yakni ruas Pantura tengah.

Pantauan di lapangan, pengalihan arus kendaraan roda dua dialihkan jajaran kepolisian sejak pagi sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Ribuan pemudik yang menggunakan roda dua dialihkan dari pertigaan Kalijaga Kota Cirebon masuk ke jalan Yos Sudarso, Samadikun,  dan masuk ke jalur alternatif Pantura tengah melewati jalan Pasar Celancang, Kapetakan, dan masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu Karangampel, Jati Barang, dan masuk ke jalur utama Pantura di Pertigaan Celeng Indramayu.

Sementara para pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat dan bus angkutan umum, masih tetap menggunakan jalur utama Pantura dan tol Palimanan Kanci. Kendati arus kendaraan mulai memuncak namun tidak terlihat kemacetan yang sangat parah seperti halnya pada arus mudik lalu. Arus kendaraan tampak terlihat padat.

Kendati arus kendaraan relatif lancar. Namun, disejumlah titik seperti pasar tumpah Palimanan dan pasar plered para pemudik sempat terhambat oleh para pedagang yang beraktivitas di pinggir jalan dan para tukang becak yang mangkal tepat di pinggir jalur utama Pantura.

Kondisi ini tidak hanya terjadi di jalur utama Pantura saja. Namun, di jalur alternatif Pantura tengah yang dijadikan sebagi jalan alternatif bagi kendaraan sepeda motor tepatnya di depan pasar Celancang, perjalanan para pemudik sempat tersendat oleh aktivitas pedagang dan tukang becak.

Di pasar celancang, pagi kemarin sempat terjadi antrian kendaraan roda dua hingga mencapai 2 km. Namun, kondisi tersebut tidak berjalan lama karena kemacetan yang didominasi oleh kendaraan roda dua itu cepat mencair. Petugas kepolisian dan Satpol PP yang mengamankan arus kendaraan sempat kewalahan oleh para pedagang pasar tumpah dan tukang becak yang masih sajak beraktivitas. Padahal sebelumnya pemerintah setempat sudah mengeluarkan larangan beraktivitas.

“Untuk mengantisipasi kemacetan, para pemudik yang menggunakan roda dua memang dialihkan ke Kota Cirebon dan langsung masuk ke jalur Alternatif Pantura tengah. Penglihan ini hanya dilakukan pada siang hari saja, karena kalau dialihkan pada malam hari kami khawatir terhadap keamanan para pemudik. Jalur tersebut teramasuk jalur yang rawan,” tutur salah seoang petugas kepolisian, AKP Sukhemi, di Pos PAM Krucuk Kota Cirebon, Minggu (5/10/2008).

Dijelaskan Sukemi, pengalihan jalur pemudik yang menggunakan roda dua dilakukan sepanjang 40 KM yakni melintasi wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan kembali masuk ke jalur utama Pantura di Celeng Kabupaten Indramayu.

Sementara itu informasi yang didapat di Pos PAM Losari menunjukan angka kendaraan pemudik arah Jakarta yang melintas rata-rata per jam  mencapai 9.250 kendaraan roda dua, 3.560 kendaraan roda empat, 84 kendaraan truk, dan 175 kendaraan bus angkutan umum.

“Arus kendaraan yang melintas di perbatasan ini, terlihat padat sejak pagi hari. Kendaraan mulai agak berkuran ketika memasuki siang hari. Biasanya, arus akan pada pada malam hari,” terang Bripda Agus saat di hubungi di Pos PAM Losari yang merupakan daerah perbatasan Jateng-Jabar (Tantan Sulton Bukhawan/Sindo/uky)

Sumber : okezone.com

Leave a comment

Filed under Transport News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s