Perlintasan KA, Jangan Ada Lagi Nyawa Melayang Sia-sia

Sabtu, 04 Oktober 2008 10:37

Di tengah kekhusyukan merayakan Idulfitri, lagi-lagi warga bangsa ini dikejutkan ironi-ironi berkepanjangan, selalu dan selalu terjadi, hingga terkesan keanehan yang begitu permanen. Paling tidak itu terjadi Kamis (2/9) kemarin, saat merebak kabar kecelakaan di lintasan kereta api tanpa palang, di Karangnongko, Ketandan, Klaten Utara. Tak tanggung-tanggung, 6 nyawa melayang secara cuma-cuma. Tragis memang. Tapi ya itulah kenyatannya. Kejadian demi kejadian yang memilukan, kenestapaan demi kenestapaan, semua terjadi silih berganti. Meski suasana masih begitu fitri di bulan Syawal yang suci ini, tapi rasa penasaran tak bisa begitu saja hilang.

Betapa tidak. Kereta yang melintas di kawasan itu bukan sejak kemarin sore, tapi sudah sejak bertahun bahkan puluhan tahun lalu. Artinya sejak itu pula lintasan di kawasan itu tak pernah dipikirkan, dalam hal ini oleh PT KA (Kereta Api). Lalu di tempat yang lain. Tengok saja berita di berbagai mass media, setidaknya dua pekan terakhir, berapa nyawa melayang akibat ‘bersendagurau’ dengan kerasnya bodi kereta api, di lintasan tanpa pintu!
Begitu remehkah soal nyawa manusia, hingga hal-hal yang menyangkut keselamatan jiwa manusia tidak serta merta terpikirkan, dalam kurun waktu yang begitu lama lagi.

Masih ingat betul, beberapa hari lalu, saat arus mudik mulai berjalan, sejumlah media mengutip statemen pejabat PT KA yang melansir keuntungannya yang cukup signifikan selama arus mudik hingga hari kesekian yang sebesar sekian miliar rupiah.
Itu memang membanggakan. Tapi kabar-kabar menyenangkan seperti  itu hendaknya diimbangi dengan keselamatan warga bangsa ini. Tidak saja pengguna kereta api (penumpang), tapi juga masyarakat yang dalam mobilitas kesehariannya tak pernah lepas dari lintasan kereta api.
Lelah dan frustasi rasanya memikirkan keanehan demi keanehan yang terus terjadi. Keanehan yang permanen. Mari kita sudahi masalah-masalah lucu seperti itu. Janganlah anak-anak bangsa ini terus menerus menjadi korban kekonyolan yang sebenarnya tak perlu.

Sebab itu, tidak bisa tidak, desakan Polres Klaten yang meminta PT KA segera memasang palang di perlintasan-perlintasan kereta api yang tanpa palang, harus segera dilakukan. Jangan ada korban-korban yang mati sia-sia. Tentu saja hal ini tidak hanya di Klaten saja, tapi juga di daerah lain di Indonesia.
Seperti dikemukakan Kasatlantas Klaten, AKP Juang Andi, kemarin, sudah saatnya PT KA memperhatikan perlintasan tanpa palang yang tersebar di lima titik di Klaten, seperti Mrisen (Juwiring), Delanggu, Jombor (Ceper), Geneng (Prambanan), dan Srowot (Jogonalan).
Di lima titik itu (Harian Jogja, 3/9), sejauh ini lintasan-lintasan itu sudah banyak memakan korban jiwa. PT KA harus secepatnya memasang palang di lima titik itu. Jangan sampai  kekonyolan menjadi sesuatu yang permanen.

Sumber : Harian Jogja

Leave a comment

Filed under Railway Transport

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s