Kerugian Kecelakaan Lebaran Rp 4,8 miliar

Senin, 13 Oktober 2008 11:53

JAKARTA: Kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran sampai dengan H+7 mencapai 1.320 kasus dengan korban meninggal 616 orang atau turun 42% dari tahun lalu. Menurut data resmi Mabes Polri yang disampaikan ke Departemen Perhubungan sampai dengan kemarin, korban luka berat 780 orang, luka ringan 1.336 orang, sedangkan kerugian materi Rp4,85 miliar. “Kasus kecelakan tahun ini turun dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 1.875 kasus, dengan korban meninggal 789 orang,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira dalam laporannya kepada Departemen Perhubungan.
Jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan pada mudik Lebaran tahun ini sebanyak 2.377 unit meliputi 1.604 unit sepeda motor, 433 unit mobil penumpang, 215 unit mobil pengangkut barang, dan 125 unit bus. Total pelanggaran lalu lintas mencapai 295.230 kasus.
Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) menilai lemahnya penegakan hukum di sektor perhubungan menjadi pemicu terbesar masih rendahnya tingkat keselamatan lalu lintas di jalan raya saat ini.

Lemahnya aturan
Ketua Prasarana Organda Rudy Tehamihardja mengungkapkan contoh paling nyata rendahnya penegakan aturan di sektor transportasi darat adalah pada uji kir kendaraan dan pemberian izin terhadap angkutan umum. “Pengusaha sebenarnya sangat mendukung gerakan pemerintah untuk mencapai zero accident, tetapi tindakan aparat di lapangan sangat jauh dari cita-cita tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, pengujian kir kendaraan sangat rentan dengan uang suap sehingga kendaraan yang sebenarnya tidak laik jalan tetap diluluskan dalam uji tersebut.
Apabila hal itu terus dibiarkan, maka Organda menilai tingkat kecelakaan di jalan raya akan tetap besar mengingat keselamatan ternyata dapat diakomodasi dengan pemberian suap kepada petugas di lapangan.
Uji kir kendaraan adalah pengetesan kelayakan kendaraan sebelum melaju di jalan raya, baik dari sisi fisik maupun tingkat emisi yang dilakukan dalam periode waktu tertentu.
Masalah perizinan angkutan kota yang masih terus diberikan kepada pengusaha meski hanya memiliki satu armada juga menjadi pemicu terbesar tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas.
Organisasi itu mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk menghentikan pemberian izin baru kepada angkutan umum, karena saat ini sudah pada tingkat jenuh.
Organda mengungkapkan tingkat kecelakaan hingga mencapai 0% (zero accident) hanya dapat dicapai apabila seluruh komponen yang terlibat dalam transportasi angkutan darat ikut mendukungnya melalui penegakan hukum yang ketat.

Oleh Fita Indah Maulan
Bisnis Indonesia

Sumber : Harian Jogja Online

Leave a comment

Filed under Traffic Safety, Transport News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s