Bus kota tolak trayek baru Trans Jogja

Kamis, 16 Oktober 2008 10:56 WIB, Harian Jogja

DANUREJAN: Sedkitar 30 pemilik bus yang tergabung dalam Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) dan Koperasi Serba Usaha `Ngandel` Kabupaten Sleman, yang bergerak di sektor angkutan umum Rabu(15/10), mengadu ke DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka memprotes rencana Trans Jogja memperluas trayek hingga Kaliurang dan Godean.

Para pengurus koperasi itu menilai jika rencana itu direalisasikan pasti akan mematikan angkutan umum non-Trans Jogja.

“Kami keberatan dengan rencana PT Jogja Tugu Trans yang akan mengoperasikan bus Trans Jogja di jalur yang selama ini telah kami gunakan, apalagi kondisi ekonomi saat ini semakin sulit,” kata Ngaliman, pemilik Bus Puskopkar

Ngaliman mengatakan, berdasarkan informasi yang dia dengar, Trans Jogja  akan memperluas jalur trayeknya. Dua jalur yang akan dibuka adalah Jogja-Kaliurang dan Jogja-Godean. Jika itu dilakukan, jelas pendapatan bus kota seperti Puskopkar akan merosot drastis.

Ditambahkan, dengan beroperasinya Trans Jogja selama ini saja sudah menjadikan mereka kesulitan. Banyak bus yang akhirnya memilih untuk dikandangkan karena jika beroperasi hanya akan membuang-buang biaya operasional akibat sepinya penumpang.

Menurut Ngaliman, dari sekitar 111 bus yang tergabung dalam Puskopkar, tinggal 80 bus saja yang masih beroperasi karena kondisi bus yang tidak memadahi. Kondisi ini akan semakin buruk jika Trans Jogja jadi menambah trayeknya.

“Kami pada awalnya mengoperasikan 111 bus untuk melayani trayek tersebut, tetapi sekarang yang beroperasi tinggal 80 bus, akibatnya pendapatan dari tiket Rp2.500 per penumpang umum dan Rp1.500 untuk pelajar terus menurun,” katanya.

Sutrisno, salah satu pemilik bus yang lain mengatakan pemerintah pemerintah daerah mempertimbangkan masalah ini, dan diharapkan memberi subsidi kepada koperasi agar tetap mampu mengoperasikan angkutan umum.

“Selama ini subsidi diberikan kepada manajemen bus Trans Jogja, karena itu kami juga meminta pemerintah daerah memberi subsidi yang sama,” katanya.

Belum berencana
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Provinsi DIY, Sigit Haryanto menegaskan belum berencana untuk menambah jalur Trans Jogja ke kawasan Godean, Gamping dan Kaliurang. “Belum ada rencana, kami baru optimalkan yang ada,”ujarnya kemarin. Pengoptimalan itu meliputi penambahan halte dan peningkatan pelayanan.

Rencana pengembangan baru akan dilakukan setelah ada pembicaraan dari berbagai pihak seperti masyarakat, akademisi, Pemprov, dan PT JTT. Pengembangan bus trans Jogja ke sejumlah wilayah membutuhkan kajian akademik dengan sejumlah keinginan dari masyarakat. “Dalam waktu dekat kami mesti evaluasi layanan bus trans,”terangnya.

Ketua Komisi C DPRD DIY Sukamto yang menerima pengurus koperasi tersebut mengatakan akan memfasilitasi pertemuan antara Puskopkar dan Koperasi Serba Usaha “Ngandel” dengan PT Jogja Tugu Trans serta dinas terkait untuk membahas masalah trayek tersebut.

“Mengenai subsidi akan disampaikan kepada pemerintah daerah, apakah bisa memberikan subsidi yang sama kepada mereka seperti yang diberikan kepada bus Trans Jogja,” katanya

Oleh Shinta Maharani

Sumber : Harian Jogja

2 Comments

Filed under Public Transportation, Trans Jogja, Transport News

2 responses to “Bus kota tolak trayek baru Trans Jogja

  1. Info yang menarik Bro, Semakin lengkap infonya maka akan semakin baik pula situs ini. Salam kenal dari 212. Ditunggu kunjungan balasannya ke situsku. Terimakasih. Melanjutkan Blogwalking dulu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s