Trans-Jogja raih Rp9,2 miliar

Selasa, 11 November 2008 09:07

JOGJA: Hingga 6 November, pendapatan bus Trans-Jogja sudah mencapai Rp9,2 miliar. Saat ini rata-rata pendapatan bus Trans-Jogja mencapai Rp41 juta per hari. Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Sigit Haryanto mengatakan, pendapatan bus Trans-Jogja memang fluktuatif. Setelah sempat turun pada September menjadi Rp37 juta per hari, sekarang ini pendapatan Trans-Jogja kembali naik dan stabil pada angka Rp41 juta per hari.

“Setelah mengalami penurunan dari penjualan tiket, September 2008, pendapatan Trans-Jogja berangsur meningkat pada bulan selanjutnya dan tetap stabil pada bulan ini. Hal itu disebabkan oleh mulai tingginya aktivitas masyarakat dengan menggunakan angkutan Trans-Jogja,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, pendapatan Trans-Jogja mulai stabil, yaitu berkisar rata-rata Rp41 juta sejak bulan Juli silam. Jumlah tersebut tetap stabil pada bulan berikutnya. Namun pada bulan September, pendapatan turun menjadi Rp37 juta per hari.

Sigit Haryanto, mengatakan bahwa jumlah tersebut menurun akibat masyarakat membatasi aktivitas bepergian mereka karena tengah menjalani puasa. Namun, lanjutnya, setelah bulan puasa telah usai, masyarakat mulai beraktivitas secara normal.

Pada data Dishub hingga 6 November, tercatat pendapatan Trans-Jogja dari penjualan tiket kembali berkisar Rp41 juta setiap harinya. Total pendapatan dari penjualan tiket Trans-Jogja hingga 6 November mencapai Rp9,2 miliar.

Jumlah penumpang perharinya pada September lalu hanya 12.455 orang. Peningkatan terjadi pada bulan-bulan selanjutnya, yaitu 13.879 orang pada bulan Oktober dan 13.888 pada bulan November. Total jumlah penumpang Trans-Jogja sejak mulai beroperasinya pada Februari lalu adalah sebanyak 3.123.536 orang.

Saat ini, jelas Sigit, Dishub berupaya untuk menarik minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum. Salah satu penyebab kemacetan yang mulai terjadi di DIY, ujarnya, adalah penggunaan kendaraan pribadi.

“Oleh karena itu kami beruasaha untuk memberikan pelayanan yang baik agar masyarakat mau menggunakan angkutan umum untuk bepergian. Salah satunya adalah dengan penerapan bus priority,” tuturnya.

Menurut Sigit, Bus priority, merupakan sistem di mana Trans-Jogja menjadi prioritas ketika berada di traffic light.  Pada jarak tertentu, jelasnya, saat bis sudah mendekati simpang, maka sinyal akan dikrim dan diterima oleh peralatan di traffic light controller. Setelah itu akan menge-set traffic light di mana bis akan diprioritaskan mendapat lampu hijau.

Dengan adanya sistem tersebut, ia mengharapkan Trans-Jogja dapat melayani masyarakat dengan tepat waktu karena waktu untuk menunggu di traffic light dapat diminimalisir dengan adanya bus priority.

“Kami juga mengenalkan angkutan umum Trans-Jogja pada anak-anak usia TK dan SD. Pihak sekolah kerap mengajak mereka untuk berjalan-jalan menggunakan Trans-Jogja. Biasanya rute dari titik asal sampai Taman Pintar, pulang – pergi,” ujarnya.

Anak-anak tersebut, lanjutnya, diajarkan bagaimana membeli tiket dan melakukan perjalanan dengan Trans-Jogja guna mengenalkan angkutan umum di usia dini.

Oleh Nadia Maharani
Harian Jogja

Sumber : Harian Jogja

2 Comments

Filed under Public Transportation, Trans Jogja

2 responses to “Trans-Jogja raih Rp9,2 miliar

  1. nana

    wow…
    Beo : kok cuma ‘wow’?

  2. tentang “bus priority” itu apa memang sudah diterapkan ya pak?
    #zenita : “bus priority” banyak macamnya, misalnya dengan busway (contoh : jakarta), atau dengan buslane (lajur khusus), atau dengan menerapkan lampu merah khusus untuk angkutan umum….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s