BOK Trans Jogja turun Rp140 per km

tulisan-tarjo-dan-bus

Harian Jogja, Rabu, 17 Desember 2008 08:55 nanang

JOGJA: Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Trans Jogja turun sebesar Rp140 per kilometer menyusul penurunan harga  solar dari Rp5.500 menjadi Rp4.800 per liter.
Sigit Haryanto, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, mengakui dalam perjanjian yang dibuat antara PT Jogja Tugu Trans dan Dishub DIY menyebutkan, jika terjadi kenaikan atau penurunan harga solar, maka akan dilakukan penyesuaian BOK.

“Dalam menetapkan BOK, banyak sekali komponen yang harus diperhatikan. Ada biaya langsung dan tidak langsung. Biaya tidak langsung adalah biaya seperti untuk gaji pegawai dan sewa bangunan kantor. Sedangkan biaya langsung antara lain terdiri dari BBM, oli dan suku cadang,” jelasnya pada Harian Jogja, kemarin.

Turunnya harga solar, ujarnya, berarti perhitungan BOK berubah. Sebelumnya, BOK Trans Jogja adalah Rp5.189 yang direvisi menjadi Rp5.390 per kilometer (km) awal Desember lalu. Setelah terjadi penurunan harga solar, BOK Trans-Jogja turun menjadi Rp5.250 yang mulai berlaku Senin (15/12).

Terkait harga suku cadang, Sigit mengatakan sampai saat ini belum terpengaruh krisis finansial global. Sehingga perubahan BOK Trans Jogja murni hanya berpatokan pada harga baru solar saja.

Selama ini, imbuhnya, suku cadang Trans Jogja mengambil dari dealer Hyundai dan Mitsubishi yang berada di Jogja. “Suku cadang memang terpengaruh oleh fluktuasi harga di pasar luar negeri. Tetapi sampai saat ini belum ada masalah yang berarti terkait dengan harganya,” tuturnya.

Namun penurunan BOK tidak berarti penurunan tarif angkutan Trans Jogja. Karena tarif sudah ditentukan melalui SK Gubernur.

Sigit juga mengakui, pada Desember ini ada kecenderungan penurunan penumpang. Kemungkinan hal ini karena  pengurangan tingkat aktivitas masyarakat akibat hujan. Guna menarik minat masyarakat untuk menggunakan Trans Jogja, ujarnya, akan dilakukan optimalisasi penggunaan jalur.

Penataan SDM

Saat ini, ia menuturkan, Dishub juga tengah melakukan pengarahan pada sumber daya manusia (SDM) Trans Jogja. Seluruh SDM dilatih selama sehari penuh agar mereka dapat memberikan pelayanan penuh pada masyarakat.

“Selama ini pelayanan yang diberikan masih belum optimal. Beberapa kali ditemukan kejadian di mana  kru Trans Jogja kurang memperhatikan penumpang, kurang ramah dan sebagainya. Hal itu harus diubah agar penumpang menjadi lebih nyaman,” ucapnya.

Menjelang Natal dan tahun baru, jelas Sigit, Dishub berencana menata ulang waktu pelayanan. Untuk  membahas rencana tersebut, Dihub akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak kepolisian dan Organda.

“Kemungkinan saat Natal dan tahun baru mendatang, kami tidak menambah jam operasional Trans Jogja. Tapi kami akan menata waktu pelayanan untuk jam-jam yang diperkirakan sibuk untuk melayani para penumpang,” lanjutnya.

Oleh Nadia Maharani

Desain Gambar :  Sigit Haryanto, Rizki Beo dan Lazuardi

Leave a comment

Filed under Public Transportation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s