Andong, Becak Rukun dengan Trans Jogja

Sumber : http://tv.kompas.com

Bicara soal pembenahan alat transportasi, kota Jogyakarta boleh jadi acuan bagi kota lainnya. Ya, meski mencontek dari ibukota Jakarta, bekas ibukota negara ini malah tampil lebih baik. Kini, sudah ada bus Trans Jogya alias busway yang melayani sejumlah rute di kota sang Sultan ini. Tak seperti di Jakarta, keberadaan busway ini malah semakin melengkapi kehidupan kota budaya ini.

Warga kota Jogya sendiri menyambut keberadaan busway ini. Mereka senang, karena kini ada alternatif angkutan umum yang lebih layak. Dulunya memang Jogya bisa dibilang minim angkutan umum. Bus kota atau metromini saja jumlahnya tak memadai dan bahkan sudah rongsokan, tak laik pakai.

Namun adanya busway, tidak membuat tergusurnya angkutan tradisional di Jogya. Andong dan becak tetap leluasa bersliweran di jalan kota, termasuk Jalan Malioboro.Tak seperti nasib delman di Jakarta yang dilarang, Andong tetap dibolehkan karena menjadi simbol tradisi pemakaian kereta kencana bagi para Sultan Kraton dan kaum priyayi Jogyakarta di masa lalu.

Sementara becak dianggap sebagai kendaraan warga kebanyakan. Kedua jenis kendaraan ini bahkan dinilai bisa mengimbangi keberadaan alat transportasi lainnya, sehingga polusi di kota pelajar ini bisa terkurangi.

| Reporter:Akhid | Kamerawan:Akhid | Penulis:Akhid | Editor Video:Endy |

Lihat video di sini.

1 Comment

Filed under Public Transportation, Trans Jogja

One response to “Andong, Becak Rukun dengan Trans Jogja

  1. Andong?? wah itu favorit saya jika berkeliling Malioboro sekalian rekreasi untuk anak-anak, buat anak-anak naik andong adalah hal yang fantastic. Becak?? itu juga favorit saya kalau belanja dari pasar. ..bisa bawa barang banyak, daripada bawa mobil mumet mikir parkirnya, sekalian berbagi rejeki dengan bapak becaknya, mereka kan juga butuh makan. Dan yang penting, dua jenis alat transportasi itu ramah lingkungan, terlepas dari apa penyebab global warming, ngirit bahan bakar adalah pilihan yang bijaksana.
    So…biarkan andong dan becak tetap meramaikan sudut-sudut jalan kota Yogyakarta tercinta.
    Beo : wah, ada Ibu Aris datang berkunjung tho…monggo, monggo…nglesot eh, lenggah kloso, nuwun sewu lesehan meniko..hehehe…Iya, bu, dulu pernah ada kekhawatiran bahwa TransJogja akan menggusur moda transportasi tradisional seperti becak dan andong, tapi ternyata justru sekarang becak menjadi feeder atau pengumpan bus TransJogja, sehingga di tiap sudut halte bus TransJogja, ada beberapa becak yang mangkal di situ..simbiosis mutualisme ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s