Helikopter Pelita Jatuh, 2 Orang Mekanik Tewas

Investigators examine the Super-Puma helicopter destroyed when it crashed at Pondok Cabe airfield in Tangerang, Banten, on Thursday. The crash early Thursday killed two technicians. The pilot and an on-board technician both survived.Crashed Chopper: Investigators examine the Super-Puma helicopter destroyed when it crashed at Pondok Cabe airfield in Tangerang, Banten, on Thursday. The crash early Thursday killed two technicians. The pilot and an on-board technician both survived. (Jakarta Post)

Sumber berita : okezone.com

Kamis, 29 Januari 2009 – 10:48 wib

TANGERANG РHelikopter milik Pelita Air (sebelumnya disebutkan pesawat kecil) mengalami kecelakaan di lapangan terbang Pondok Cabe, Pamulang. Kecelakaan helikopter ini menewaskan dua orang dan satu lainnya  luka-luka.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Zulkarnaen setelah koordinasi dengan Kapolsek Pamulang melalui telepon di Polda Metro Jaya, Kamis (29/1/2009).

Korban luka adalah Kapten Pilot Rahman Adi, sedangkan dua korban meninggal dunia adalah mekanik filght Ahmad Subarja dan Budi.

Sebelumnya, helikopter ini jatuh sekira pukul 09.45 WIB. Hingga kini belum diketahui penyebab jatuhnya helikopter tersebut.(uky)(mbs)

Sebelum Jatuh, Helikopter Pelita Oleng ke Kiri

Kamis, 29 Januari 2009 – 10:56 wib

JAKARTA Helikopter jenis Puma dengan register PK PUH milik Pelita Air jatuh di lapangan terbang Pondok Cabe, Pamulang. Sebelum jatuh pesawat tersebut oleng ke bagian kiri.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Zulkarnaen kepada wartawan di Polda Metro, Kamis (29/1/2009).

Dia menjelaskan, sat itu heli masih berada di landasan dan hendak terbang dengan kondisi baling-baling berputar penuh. “Tiba-tiba heli oleng ke kiri dan (baling-baling) patah,” jelasnya.

Kapten pilot Rahman Adi mengalami luka-luka, sedangkan dua orang mekanik Ahmad Subarja dan Budi tewas karena terkena baling-baling.(uky)

Heli Pelita Air Kecelakaan Saat Pemanasan Mesin

Kamis, 29 Januari 2009 – 11:16 wib

JAKARTA Kecelakaan Helikopter jenis Puma milik Pelita Air yang menewaskan 2 orang mekanik terjadi saat sedang run up atau pemanasan mesin. Pasalnya heli memang dalam perbaikan.

“Informasi yang saya dapat heli tersebut dalam maintenance (perbaikan) dan sedang run up atau ibarat mobil sedang dipanasin,” ungkap Kepala Humas Departemen Perhubungan Bambang S Ervan kepada okezone di Jakarta, Kamis (29/1/2009).

Bambang mengungkapkan, saat ini Heli sedang run up di depan Hangar Pelita Air. “Saat dirun up, tiba-tiba heli oleng ke kiri dan jatuh,” katanya.

Di dalam heli tersebut, ungkap Bambang, terdapat seorang pilot dan seorang mekanik. Sedangkan di luar terdapat dua orang mekanik.

Sebelumnya diberitakan, pilot bernama Rahman Adi mengalami luka-luka, sedangkan 2 mekanik yang berada di luar Ahmad Subarja dan Budi tewas. Namun, saat dikonfirmasi mengenai seorang mekanik di dalam heli, Bambang mengaku tidak mengetahui detail namanya.(uky)(mbs)

Dua Mekanik Tewas karena Tersambar Baling-Baling

Kamis, 29 Januari 2009 – 11:22 wib

JAKARTA – Helikopter jenis puma milik Pelita Air Service mengalami kecekaan saat diperbaiki dan memakan korban jiwa dua orang. Pasalnya, baling-baling helikopter tersebut terlepas dan mengenai dua orang teknisi yang tengah memperbaiki kerusakannya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Humas Departemen Perhubungan Bambang S Ervan saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Kamis (29/1/2009).

Bambang menceritakan, saat itu heli sedang run up di depan Hangar Pelita Air. Di dalam heli terdapat seorang pilot bernama Rahman Adi dan seorang mekanik yang belum diketahui namanya. Sedangkan di luar terdapat dua orang mekanik bernama Ahmad Subarja dan Budi.

Saat sedang run up, cerita Bambang, tiba-tiba heli oleng dan jatuh ke kiri. Baling-baling yang sedang berputar penuh pun patah dan mengenai dua mekanik yang berada di luar. Keduanya langsung tewas di tempat. Sedangkan pilot dan mekanik yang berada di dalam mengalami luka-luka.(uky)

Korban Heli Pelita Air Dievakuasi ke RS Fatmawati

Kamis, 29 Januari 2009 – 11:24 wib

JAKARTA – Jenazah dua teknisi helikopter Puma milik Pelita Air yang mengalami kecelakaan di Lapangan Pondok Cabe, Jakarta, telah dievakuasi ke RS Fatmawati sekira pukul 10.30 WIB.

Selanjutnya jenazah Hadi dan Ahmad Subarja akan diautopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematiannya.

“Sudah dibawa ke RS Fatmawati oleh personel TNI,” terang salah seorang petugas Kepolisian yang tidak mau disebutkan identitasnya di Lapangan Udara Pondok Cabe, Jakarta, Kamis (29/1/2009).

Dia menjelaskan, kondisi tubuh korban cukup mengenaskan. Kepala pria asal Ciledug dan Pondok Cabe itu remuk.

Pantauan di lapangan, lokasi jatuhnya helikopter sudah disterilkan. Pihak yang tidak berkepentingan dilarang memasuki area Lapangan Terbang Pondok Cabe. Sejumlah aparat berjaga di pintu gerbang untuk mencegah pihak yang tidak berkepentingan memasuki area lapangan udara.(ful)

KNKT Kirim Tim ke Pondok Cabe

Kamis, 29 Januari 2009 – 11:26 wib

JAKARTA – Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengirimkan tim investigasi ke Lapangan Terbang Pondok Cabe untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kecelakaan helikopter yang menewaskan dua orang mekanik.

“Kami sudah kirimkan dua orang untuk meneliti kecelakaan. Kalau misalnya kurang akan kita tambah,” ujar juru bicara KNKT JA Barata saat dikonfirmasi okezone, Kamis (29/1/2009).

Dua orang yang dikirimkan ke tempat kejadian perkara tersebut adalah Capten Toos Sanitioso (IIC) dan Sulaeman. “Kami harapkan hasil penelitian bisa diketahui secepatnya,” tandas Barata.

Sebelumnya sekira pukul 10.00 WIB sebuah helikopter jatuh ke kiri saat pemanasan mesin, akibatnya baling-baling patah dan mengenai dua orang mekanik hingga tewas. Saat ini, kedua korban dilarikan ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. (teb)

Helikopter Pelita (Foto: Yudha/okezone)

Heli Nahas Ditutupi Terpal Biru & Diberi Police Line

Kamis, 29 Januari 2009 – 11:47 wib

JAKARTA Sekira satu jam setelah mengalami kecelakaan, helikopter jenis Puma dengan nomor register PK-PUH milik Pelita Air saat ini sudah ditutupi terpal biru dan diberi police line.

Dalam pantauan okezone, Kamis (29/1/2009), heli tersebut tampak ditutupi terpal di depan hanggar Pelita Air. Di sampingnya, terdapat 2 buah mobil pemadam kebakaran.

Sebelumnya dua mobil pemadam ini digunakan untuk menyiramkan bahan bakar heli yang tumpang akibat jatuh ke bagian kiri.

Selain itu, aparat kepolisian dan TNI tampak berjaga-jaga di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara. Wartawan sendiri tidak diperbolehkan mendekat dan berjarak di atas 100 meter dari lokasi kejadian.

Sebelumnya heli tersebut mengalami kecelakaan saat run up di depan hanggar. Proses ini merupakan bagian dari perbaikan mesin heli. Namun, tiba-tiba heli oleng ke bagian kiri dan jatuh. Akibatnya, baling-baling patah dan mengenai dua mekanik yang berada di luar, Budi dan Ahmad Subarja. Kedua korban kemudian dibawa ke RSCM untuk menjalani autopsi.(uky)

Lihat Rekan Tewas, Pilot Heli Pelita Air Syok

Kamis, 29 Januari 2009 – 12:26 wib

JAKARTA Tewasnya dua orang mekanik secara mengenaskan membuat pilot helikopter jenis Puma milik Pelita Air Rahman Adi syok dan belum bisa memberikan keterangan.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Poliri Chairil Anwar saat meninjau lokasi kecelakaan di lapangan terbang Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang, Kamis (29/1/2009).

“Pilotnya belum bisa dimintai keterangan karena syok,” katanya.

Diduga korban syok karena melihat kedua rekannya yang tewas di tempat. Pasalnya, ada beberapa bagian tubuh dua rekannya, Sri Setia Budi (42) dan Ahmad Subarja (52) yang terpisah.

Akibatnya, petugas masih membutuhkan waktu untuk mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan.

Sebelumnya heli tersebut mengalami kecelakaan saat sedang run up di depan hanggar. Tiba-tiba heli oleng ke kiri, baling-baling patah dan mengenai dua mekanik hingga tewas di tempat.(uky)

Helikopter Nahas Pelita Air Sudah Dibawa ke Hanggar

Kamis, 29 Januari 2009 – 12:40 wib

JAKARTA – Helikopter super puma milik Pelita Air yang nahas di Lapangan Terbang Pondok Cabe saat ini sudah dibawa masuk ke dalam hanggar guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah ini akan dilakukan penyelidikan oleh KNKT, polisi dan Pelita Air untuk mengetahui apa penyebab jatuhnya helikopter tersebut,” kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Chairil Anwar di lokasi kecelakaan, Kamis (29/1/2009).

Pantauan okezone di lapangan, pemindahan helikopter nahas tersebut digunakan alat berat. Terlihat helikopter tersebut mengalami kerusakan parah di bagian depan dan baling-baling patah.

Sementara itu, tidak ada satu wartawan pun yang diperbolehkan masuk ke areal lapangan terbang. Untuk pengamanan, polisi menempati sejumlah personelnya di dalam hanggar, lapangan terbang, dan areal strategis lainnya.

Dalam kecelakaan ini, dua orang mekanik tewas setelah tersabet baling-baling helikopter. Sedangkan dua orang lainnya yakni pilot dan mekanik yang berada di dalam helikopter mengalami luka parah. (kem)

Pelita Air Akan Beberkan Kronologi Kecelakaan

Kamis, 29 Januari 2009 – 12:53 wib

JAKARTA – Rencananya pihak Pelita Air Service akan menyampaikan penjelasan, terkait jatuhnya helikopter puma di Lapangan Udara Pondok Cabe.

Humas Pelita Air Servis Guntur akan langsung menjelaskan kronologis dari peristiwa yang menewaskan dua orang mekanik di kantor pusat Pelita Air Servis, Jalan Abdul Muis 52-56 Tanah Abang Jakarata Pusat.

Hal ini dikemukakan karyawan Pelita Air Service Mia kepada okezone, Kamis (29/1/2009).”Penjelasannya nanti oleh Pak Guntur,” ucap Mia singkat.

Sebelumnya dari pihak Pelita Air Servis tidak ada penjelasan kepada wartawan yang berusaha mengkonfirmasi kecelakaan helikopter tersebut. Namun akhirnya, manajemen bersedia menjelaskan secara menyeluruh melalui bagian humas pada siang ini.

Sementara itu situasi di lapangan, kantor pusat Pelita Air Servis tampak sepi dan terlihat sedikit berkambung atas peristiwa tragis menimpa karyawannya. (ram)

Pelita Air Bingung Kenapa Rotor Heli Berbalik Arah?

Kamis, 29 Januari 2009 – 13:40 wib

JAKARTA – Penyebab kecelakaan Helikopter Super Puma Pelita Air di Lapangan Udara Pondok Cabe hingga kini masih menjadi misteri. Namun pihak Pelita mencurigai rotor baling-baling heli tersebut berputar berbalik arah.

Hal ini diungkapkan Q & Shes Vice Presiden Pelita Air Service, Kapten Herlis Simanjuntak saat jumpa pers di kantor Pelita Air Service, Jalan Abdul Musi, Jakarta, Kamis (29/1/2009).

“Kami masih menyelidiki kenapa rotor (baling-baling) itu berputar berlainan arah. Semestinya baling-baling berputar searah jarum jam, namun entah kenapa baling-baling tersebut memutar ke arah kiri,” kata Herlis.

Untuk pemeriksaan tersebut, lanjut Herlis, pihaknya dibantu tim KNKT untuk mengetahui penyebab terjadianya kecelakaan itu.

“Sehingga helikopter mengalami ketidakseimbangan pada baling-balin dan oleng ke arah kiri,” tegasnya.

Dalam kecelakaan ini, dua orang mekanik tewas setelah tersabet baling-baling helikopter. Sedangkan dua orang lainnya yakni pilot dan mekanik yang berada di dalam helikopter mengalami luka parah. (kem)

Pelita Air Pastikan Heli Nahas Laik Terbang

Kamis, 29 Januari 2009 – 13:56 wib

JAKARTA – Pelita Air Service memastikan Helikopter Super Puma yang mengalami kecelakaan di Lapangan udara Pondok Cabe Kamis pagi laik terbang dan sedang dalam perawatan.

Hal ini diungkapkan Corporate Secretaries Pelita Air Service, Guntur WInarko saat jumpa pers di kantor Pelita Air Service, Jalan Abdul Musi, Jakarta, Kamis (29/1/2009).

“Pesawat laik terbang dan sedang dalam perawatan di Hanggar Pelita Air,” kata Guntur.

Hal senada diungkapkan Q & Shes Vice Presiden Pelita Air Service, Kapten Herlis Simanjuntak. Dia menambahkan, sebelum kejadian helicopter tidak dalam kondisi diterbangkan.

“Heli ini tidak dalam kondisi terbang, karena untuk menerbangkan pilot harus dua orang. Saat itu sedang ada pemeriksaan rutin,” tandasnya.

Dalam kecelakaan pesawat buatan Perancis 1982 dengan kapasitas 18 penumpang ini, dua orang mekanik tewas setelah tersabet baling-baling helikopter. Sedangkan dua orang lainnya yakni pilot dan mekanik yang berada di dalam helikopter mengalami luka parah. (kem)

Bagian Tubuh Korban Heli Putus, Keluarga Histeris

Kamis, 29 Januari 2009 – 14:28 wib

JAKARTA – Cuaca mendung di kawasan Fatmawati seolah mewakili kesedihan keluarga korban tewas kecelakaan helikopter Pelita Air di Lapangan Terbang Pondok Cabe, tadi pagi.

Isak tangis dan teriakan menyebut nama Tuhan membahana berkali-kali ketika dua anggota keluarga Ahmad Sukarja (52) melihat kondisi jenazah di ruang perawatan jenazah RS Fatmawati.

Allahu Akbar, Allahu Akbar……,” jerit seorang perempuan berpakaian seragam PNS yang dilanjutkan dengan suara tangisan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2009).

Tampak mendampingi perempuan tersebut adalah seorang pria berpakaian dinas TNI Angkatan Laut. “Jenazah sedang dijahit agar menjadi satu sehingga bisa segera dibawa ke rumah duka,” ujar Aryo Bakti, salah seorang pegawai Pelita Air.

Dikabarkan, beberapa organ korban kecelakaan sempat terpisah dari tubuhnya. Sehingga harus dijahit untuk menyatukannya.

Dua orang anggota keluarga almarhum Ahmad Sukarja di atas, tiba di RS Fatmawati sekira pukul 14.10 WIB dengan menggunakan mobil Kijang bernomor polisi B 8391 IP. Mereka tampak sedih dan belum bersedia diwawancarai. Rencananya jenazah korban akan dibawa ke rumah duka di Cipondoh, Tangerang.(ful)

Jenazah Korban Heli Dibawa ke Rumah Duka

Kamis, 29 Januari 2009 – 15:09 wib

JAKARTA – Jenazah dua korban kecelakaan helikopter Pelita Air di Lapangan Udara Pondok Cabe telah diberangkatkan menuju rumah duka, yaitu di Cipondoh dan Pondok Cabe.

Jenazah Sri Setia Budi diberangkatkan terlebih dulu menuju rumah duka di Jalan Perumahan Bumi Pelita Blok A, Pondok Cabe, Jakarta sekira pukul 15.00 WIB dengan menggunakan mobil ambulans.

“Langsung ke rumah duka,” ujar perwakilan Pelita Air di RS Fatmawati, Jakarta, Kamis (29/1/2009).

Tidak berselang lama, jenazah Ahmad Suparja juga diberangkatkan menuju rumah duka di Kampung Gondrong, Cipondoh, Tangerang, sekira pukul 15.15 WIB.

Rencananya jenazah Ahmad Suparja akan dikebumikan hari ini juga. “Di tempat pemakaman keluarga,” ungkap Kamil, adik ipar Ahmad Suparja.(ful)

Heli Pelita Air

Menhub: Kita Masih Cari Tahu Penyebab Kecelakaan

Jum’at, 30 Januari 2009 – 12:23 wib

JAKARTA – Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal memastikan, korban tewas kecelakaan helikopter jenis Puma milik Pelita Air pada 29 Januari kemarin, dikarenakan terkena serpihan baling-baling heli yang terguling mengenai landasan.

“Waktu mau berhenti, dia (heli) tiba-tiba terguling. Itu yang harus dilihat kenapa bisa seperti itu,” paparnya, Jumat (30/1/2009).

Jusman menegaskan, saat itu heli masih dalam proses ground run.

Ground run adalah suatu prosedur dari sebuah perawatan pesawat, engine-nya diputar, dan kemudian yang dirawat dicek ulang, jadi semua berlangsung di landasan dan dia tidak terbang,” katanya.

Menurut dia, saat proses ground run itu hanya ada pilot, mekanik, dan petugas ground sector. Saat itu tidak ada rencana untuk terbang, hanya menguji apa saja yang dirawat dan apakah berfungsi dengan baik atau tidak.

“Sekarang yang kita ingin tahu kenapa bisa terjadi kecelakaan. Yang dirawat apa, sebetulnya yang kita ingin tahu yang dirawat itu apa saja. Apakah mesin, apakah autopilot-nya atau sistem navigasi atau sistem kemudi. Kita akan cari tahu,” pungkasnya.(lam)(uky)

Buntut Heli Celaka, KNKT Cek Heli Kepresidenan

Jum’at, 30 Januari 2009 – 13:22 wib

JAKARTA – Kecelakaan pesawat jenis Heli Super Puma milik Pelita Air Service, mendorong Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh pesawat jenis Super Puma yang ada di Indonesia, termasuk unit pesawat kepresidenan.

Pemeriksaan tersebut akan melibatkan pihak Nurtanio dan perusahaan penerbangan Perancis, dengan didampingi oleh TNI Angkatan Udara. Hasil penyelidikan sementara, KNKT menyebutkan pesawat jenis Heli Super Puma milik Pelita Air Service yang nahas kemarin, mengalami masalah pada automatic pilot.

Padahal, heli tersebut telah menjalani pengecekan atau maintanance pada hari kejadian, Kamis 29 Januari. “KNKT akan meneliti lebih dalam pada material, bukan terhadap pilot atau mekanik,” ujar Ketua KNKT Tatang Kurniady, usai menghadiri peresmian pusat kajian strategis TNI di Jakarta, Jumat (30/1/2009).

Pasalnya secara profesional, tambah Tatang, pilot atau mekanik memiliki pengalaman yang lama dalam menangani masalah pesawat. Menurutnya, heli itu sendiri tengah melakukan uji Ground Around kedua kali. Sebelumnya, pesawat yang sama juga sudah melalui tes Ground Around.(nov)(Sukmo Wibowo/Trijaya/uky)

Spesifikasi Helikopter lihat di sini.

Sumber berita : okezone.com

Leave a comment

Filed under Air Transport

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s