Category Archives: Transport Sofwares

Software KAJI 1997

KAJI 1997


Software KAJI (Kapasitas Jalan Indonesia) 1997 adalah piranti lunak yang digunakan untuk menerapkan metoda perhitungan yang dikembangkan MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) 1997 yang bertujuan menganalisis kapasitas dan kinerja fasilitas lalulintas jalan (misalnya ruas jalan, simpang bersinyal, simpang tak bersinyal, dll).
Karena banyaknya permintaan mengenai software Kaji 1997, maka berikut ini saya unggah software Kaji 1997, agar dapat dipergunakan oleh seluruh mahasiswa yang sedang Tugas Akhir atau mengikuti mata kuliah Manajemen Lalu Lintas atau Rekayasa Lalu Lintas.
Software dapat didownload di sini.

2 Comments

Filed under Traffic System, Transport Sofwares

Prosedur Perhitungan Simpang Bersinyal dengan KAJI 1997

Berikut ini adalah prosedur-prosedur perhitungan dan cara analisis perilaku lalulintas di simpang bersinyal dengan menggunakan software KAJI 1997.
Download di sini.

Leave a comment

Filed under Traffic System, Transport Sofwares

TRL’s TRANSYT13 travels to Australia/New Zealand

News from ITS International

Friday 3 October 2008

TRL and Connell Wagner are inviting the transport industry in Australia and New Zealand to attend presentations on TRANSYT13, an international software product used by hundreds of consultancies and local authorities around the world.

Developed in the UK by TRL, TRANSYT13 is an off-line computer program for determining and studying optimum fixed-time coordinated traffic signal timings on any road network.

The industry information presentations will be taking place at the following locations:
Melbourne: VicRoads Theatrette, 60 Denmark St, Kew on Tuesday, 30 September at 4.30pm.
Sydney: Citigate Sebel Hotel, 28 Albion Street on Thursday, 2 October at 4.30pm.
Brisbane: Engineering House, 447 Upper Edward Street on Friday, 3 October at 1pm.
Auckland: Connell Wagner Lev 4, 139 Carlton Gore Road on Thursday, 9 October at 4.30pm.

Gavin Jackman, TRL’s Head of Software said: “We are extremely grateful to Connell Wagner for hosting this event and look forward to meeting the elite transport professionals and traffic engineers at these events.”

To book a place contact: Emma Schneider (Tel: +61 3 8683 1502; Email: transit@conwag.com

Leave a comment

Filed under Traffic System, Transport Sofwares

Rail, Road Or Waterway?

ScienceDaily (Sep. 10, 2008) — Is road transport the best way to send oranges from Spain to northern Germany? Or would it be better to ship them by rail or waterway for part of the route? A new software package determines the cheapest, fastest or most environmentally compatible mode of transportation.

Prime Argentine steak accompanied by a good French wine, with strawberries from Spain as dessert. And mood music playing on a stereo system made in Japan. Most national and international freight is transported by road, because it is the least expensive option. But this is likely to change soon, due to road tolls and the rising cost of fuel. Even when it’s a question of making sure that the merchandise is delivered precisely on time, trucks are not always the most reliable solution. It can often take a long time to clear goods through the container terminals, and tailbacks on the motorways can cause additional delays.

So what is the optimum strategy for transporting goods over a particular route? Where could costs be saved by using inland waterways, and at what point would it be best to transship to a road or rail vehicle? What is the cheapest, fastest, or most environmentally compatible overall solution? Answers can be provided by a new software package developed by researchers at the Fraunhofer Institute for Material Flow and Logistics IML in Dortmund.

“The user enters the locations between which the goods are to be transported, as you would when using a route planner,” says IML team leader Joachim Kochsiek. “The system calculates different variants to find the optimum solution that fits the specified criterion: costs, time or, in a future version, least environmental burden. It even factors in the time and costs for transshipment.”

Digital maps of road, rail and inland waterway networks can be purchased off the shelf, but the information they provide is not sufficiently detailed for the new software.

“There are different categories of train, and different pricing systems for different rail connections – we can’t apply a standard price per kilometer. We need to know what rules apply to the speed, width and height of trains, how many wagons are permitted on a particular section of railroad, and the maximum speed limit. Whereas this kind of information is included in road maps, it has to be compiled manually for the rail networks,” Kochsiek explains.

For each mode of transportation, the system adapts its calculation of costs and fuel consumption to the degree of capacity utilization. For example, the lower the number of wagons pulled by a locomotive, the higher the costs. A prototype version of the software for optimizing time and costs is already available. The researchers are now working on the algorithms for calculating the environmental burden. A later version with online access will enable modified shipping timetables, for instance, to be instantly included in the calculations.

Adapted from materials provided by Fraunhofer-Gesellschaft.

Source : sciencedaily.com

Leave a comment

Filed under Transport Sofwares

Software OSCADY untuk Simpang Bersinyal

OSCADY adalah akronim dari Optimised Signal Capacity And Delay, sebuah program buatan TRL Inggris yang digunakan untuk menghitung kinerja simpang bersinyal yang terisolasi (tertutup).

Kinerja simpang bersinyal yang dihitung oleh OSCADY adalah :

1. Kapasitas.

2. Panjang antrian.

3. Tundaan/delay (geometri dan antrian)

OSCADY dapat pula digunakan untuk menghitung prediksi indikasi kecelakaan pada simpang.

Tipe simpang yang dapat dianalisis dalam OSCADY adalah : Simpang Tipe T, Simpang 4, dan Simpang Staggered (simpang yang bentuknya tidak siku).

Beberapa algoritma yang digunakan di dalam OSCADY adalah :

1. Rumus kapasitas berdasar Webster (1966) : C = S x g/c

2. Green time : g = G – ds – de, dengan G adalah hijau aktual, ds adalah start displacement, de adalah end displacement.

3. Saturation Flow mengacu pada Kimber (1986) untuk 2 jenis protected (terlindung) dan opposed (terlawan).

4. Panjang antrian dan delay formulasinya sama dengan MKJI 1997.

Data input dalam OSCADY adalah :

1. Data geometri simpang : gradien, lebar keluar, lebar lajur, radius berbelok, storage beyond stopline, panjang stagger dan lebar rata-rata stagger (bila simpang adalah staggered), gerakan terlawan, dll.

2. Data kecepatan : kecepatan pendekat, kecepatan keluar simpang, batas kecepatan.

3. Data Fase APILL, termasuk ds dan de.

4. Data arus/volume lalulintas, dengan 4 pilihan data arus : DIRECT, LEVELS, FOUR, dan OD-TAB.

Beberapa kelebihan OSCADY (dibanding software simpang lainnya) adalah berbasis Windows dan user friendly karena data-data inputnya banyak berupa gambar sehingga memudahkan pengguna untuk mengetahui tata cara memasukkan data.

(disarikan dari bahan kuliah Komputasi Transportasi, Program Pasca Sarjana Magister Sistem dan Teknik Transportasi (MSTT) UGM Yogyakarta)

-Rizki Beo

6 Comments

Filed under Transport Sofwares

TRANSYT vs MKJI 1997 ?

Posting ini sekaligus menjawab pertanyaan #Ika yang lumayan bagus.

Perbedaan siginifikan antara MKJI 1997 (dari sisi analisis simpang bersinyal) dengan Transyt adalah dalam perlakuan simpang. MKJI 1997 adalah manual yang digunakan untuk menganalisis simpang secara tertutup, sedangkan Transyt menganalisis simpang secara terbuka (misalnya 2 atau lebih simpang dapat dianalisis secara bersama-sama dalam waktu yang sama).
Jadi secara teori dua software tersebut memiliki formulasi yang sangat berbeda, meskipun outputnya nanti juga hampir sama, yakni kinerja simpang (volume per kapasitas atau derajat kejenuhan, tundaan, antrian, dll).
Sebenarnya kalo ingin membandingkan dua software yang memiliki tujuan sama adalah misalnya analisis simpang bersinyal metode MKJI 1997 (dengan software KAJI-nya) dengan software OSCADY (buatan TRL Inggris), karena OSCADY memang khusus digunakan untuk analisis simpang bersinyal secara tertutup. TRL juga memiliki software lain yang dapat dibandingkan dengan metode2 MKJI, misalnya PICADY untuk analisis simpang tidak bersinyal, atau ARCADY untuk analisis bundaran. Untuk software-software ini nanti akan saya kupas perlahan dalam posting-posting mendatang.
Data yang dibutuhkan dalam software Transyt adalah : data volume jam puncak simpang yang akan dikoordinasi, kapasitas simpang (berarti kita butuh data geometri simpang juga), setting lampu lalulintas, saturation flow/data arus jenuh, jarak antar simpang, kecepatan kendaraan (yang akan digunakan dalam formulasi platooning atau perilaku kendaraan yang akan berjalan dalam satu peleton).

Transyt dapat dilakukan efektif pada lalulintas yang punya karakteristik kecepatan yang diasumsikan dapat disamakan, sehingga untuk kondisi mix traffic (yang misalnya banyak kendaraan lambat, ie sepeda, becak dll) model Transyt ini pasti memiliki output yang cukup bias.

Selamat belajar…

7 Comments

Filed under Transport Sofwares

Proses Kerja TRANSYT

Secara garis besar proses kerja software TRANSYT adalah sebagai berikut ini.

1. Dengan menggunakan model lalu lintas yang didasarkan pada data jaringan jalan dan volume lalu lintas serta setting lampu lalu lintas eksisting, maka akan diperoleh Performance Index (Indeks KInerja) berupa total hambatan jumlah henti dalam jaringan.

2. Indeks Kinerja ini kemudian dijadikan dasar untuk melakukan optimasi pengaturan setting lampu lalu lintas yang baru.

3. Setting lampu lalu lintas yang baru tersebut kemudian dibawa ke dalam model sehingga diperoleh nilai Indeks Kinerja yang baru.

4. Indeks Kinerja yang baru kemudian dapat dibandingkan dengan Indeks Kinerja sebelumnya untuk melihat perubahan yang diperoleh.

5. Proses tersebut dapat diulang terus menerus sampai diperoleh setting lampu lalu lintas yang paling optimal, di mana Indeks Kinerja yang diperoleh tidak bisa lebih baik lagi.

Di dalam optimasi pengaturan koordinasi antar simpang bersinyal atau tidak bersinyal, ukuran Indeks KInerja dapat digunakan secara proporsional, yakni dengan menggabungkan nilai kinerja simpang bersinyal dengan simpang tidak bersinyal, meliputi nilai tundaan, panjang antrian, serta kendaraan terhenti. Indeks Kinerja lain yang didapatkan adalah rata-rata kecepatan kendaraan dan konsumsi BBM dalam sistem jaringan jalan.

Leave a comment

Filed under Transport Sofwares